Tanggulangin Resiko Kecelakaan Air, Pemkab Kukar Akan Pasang Rambu Larangan Berenang di Area Publik Dekat Sungai Mahakam

Teks Foto : Pjs Bupati Kukar Bambang Arwanto. (Rizka/Media Mahakam)

mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) akan membuat rambu-rambu khusus larangan berenang di ruang publik yang bersinggungan langsung dengan Sungai Mahakam yang kerap dijadikan sebagai wahana bermain air dan berenang bebas oleh anak-anak.

Langkah tegas ini diambil karena banyaknya kejadian tragis yang terjadi di perairan Sungai Mahakam dewasa ini. Paling baru adalah kasus anak tenggelam usai asyik berenang di Sungai Mahakam, tepatnya di bawah jembatan Kutai Kartanegara dekat area Taman Kota Raja Tenggarong.

Untuk diketahui, pada waktu-waktu tertentu Sungai Mahakam memang kerap mengalami kondisi air surut yang menyebabkan area pinggir sungai tampak seperti daratan berpasir mirip pantai, terutama di area bawah Jembatan Kutai Kartanegara. Hal inilah yang kerap menarik perhatian anak-anak untuk bermain di kawasan tersebut tanpa adanya pengawasan khusus. Padahal, meskipun sungai tengah dalam kondisi surut, arus air tetaplah deras sehingga berenang di area tersebut tetaplah berbahaya, sehingga perlu adanya tindakan preventif dari pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kukar, Bambang Arwanto menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperkuat pengawasan di kawasan sekitar Jembatan Kartanegara.

“Kami akan mengadakan rapat internal bersama dengan dinas-dinas terkait sebagai upaya peningkatan pengawasan di sekitar kawasan tersebut,” ungkapnya belum lama ini.

Adapun salah satu dari langkah yang direncanakan tersebut yakni dengan memasang rambu-rambu khusus larangan berenang di area perairan Sungai Mahakam. Dan Bambang juga secara khusus meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera menindaklanjuti pemasangan rambu tersebut agar tidak ada lagi kejadian buruk yang menimpa warga khususnya anak-anak.

Selain itu, Bambang juga menekankan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk dapat meningkatkan pengawasan dan melarang anak-anak untuk tidak bermain di tempat-tempat berbahaya. “Kami tidak henti-hentinya menghimbau kepada orang tua untuk mengawasi dan tegas melarang anak-anak mereka berenang di area yang tidak bisa kita ukur risikonya karena itu sangat berbahaya sekali,” tegasnya.

Ke depan, pihak berwenang akan membahas lebih lanjut langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan di ruang publik. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan air di tempat-tempat yang sering menjadi lokasi bermain anak-anak. (rl)