Petala Borneo Wakili Kaltim dalam Album Nasional Rampak Jreng

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Kelompok musik ethnic fusion asal Kutai Kartanegara, Petala Borneo, kembali mengharumkan nama Kalimantan Timur di tingkat nasional. Grup musik tersebut terpilih sebagai satu-satunya perwakilan dari Kaltim dalam album kompilasi bertajuk Rampak Jreng, yang dirilis untuk memperingati satu dekade perjalanan Keroncong Plesiran.

Album kompilasi tersebut mempertemukan 10 kelompok musik keroncong terpilih dari berbagai daerah di Indonesia. Rampak Jreng dijadwalkan rilis serentak di berbagai platform musik digital pada Sabtu (13/6/2026).

Keterlibatan Petala Borneo dalam proyek nasional ini ditandai dengan peluncuran karya baru berjudul Keroncong Tingkilan. Lagu tersebut menjadi medium bagi mereka untuk memperkenalkan sekaligus mengangkat identitas musik tradisional Kutai kepada khalayak yang lebih luas.

“Kami merasa sangat terhormat dan bangga bisa menjadi bagian dari kolaborasi besar ini. Awalnya kami dihubungi oleh pihak panitia untuk membuat sebuah karya baru yang segar. Kesempatan ini tidak kami sia-siakan untuk membawa warna khas Tingkilan ke panggung yang lebih luas,” ujar pendiri sekaligus komposer Petala Borneo, Ozi.

Dalam proses penggarapannya, Keroncong Tingkilan memadukan unsur keroncong modern dengan karakteristik musik Tingkilan khas Kutai Kartanegara. Perpaduan tersebut tercermin melalui penggunaan ketukan, cengkok, dan nuansa musikal tradisi yang dikemas dalam pendekatan yang lebih segar dan dinamis.

Melalui karya tersebut, Petala Borneo berupaya menunjukkan bahwa musik tradisi daerah dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan akar budayanya.

Keikutsertaan Petala Borneo dalam album Rampak Jreng tidak terlepas dari rekam jejak mereka di berbagai panggung nasional. Salah satu momentum penting terjadi saat grup tersebut tampil dalam Festival Keroncong di Solo pada tahun lalu dan berhasil menarik perhatian publik maupun pegiat musik keroncong dari berbagai daerah.

Penampilan tersebut membuka jejaring yang lebih luas bagi Petala Borneo dan memperkuat hubungan mereka dengan komunitas keroncong nasional. Dari proses itulah kesempatan untuk terlibat dalam proyek album kompilasi ini kemudian hadir.

Kehadiran Petala Borneo di antara sembilan kelompok musik lainnya menjadi bukti bahwa karya berbasis tradisi dari Kalimantan Timur memiliki ruang dan apresiasi di tingkat nasional. Tidak hanya sebagai pelestarian budaya, karya yang mereka hadirkan juga menunjukkan kemampuan musik tradisi untuk terus berkembang melalui berbagai bentuk inovasi.

Melalui perilisan Keroncong Tingkilan, Petala Borneo berharap dapat mendorong generasi muda Kalimantan Timur untuk lebih bangga terhadap warisan seni budaya daerah serta berani mengolahnya menjadi karya-karya baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Mulai 13 Juni 2026, lagu Keroncong Tingkilan bersama seluruh karya dalam album kompilasi Rampak Jreng dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. (Zii)