Sudah Hari Ke-4 Dua Operator PT ABS Tak Kunjung Ditemukan, Basarnas : Area Longsor Luas, Kedalaman Timbunan 30-40 Meter

Mediamahakam.com, Kutai Kartanegara – Pencarian dua pekerja tambang batu bara PT Arta Bumi Sakti (ABS), selaku sub kontraktor PT Insani Bara Perkasa (IBP) site Dusun Bakti Luhur, RT 11, Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kukar masih terus dilakukan hingga Kamis (27/2/2025).

Meski begitu hingga petang operasi pencarian Adi Sopian (29), driver fuel truck dan Mario Alberto Elan Tonni Kerry (30), operator dozer yang dilakukan tim SAR gabungan belum membuahkan hasil alias nihil.

Tim SAR yang terdiri dari personel Basarnas Kaltimtara, K3 PT ABS serta PT IBP, Polres Kukar, Polsek Loa Janan, SAR Brimob dan Koramil belum dapat menemukan keberadaan Adi dan Mario, yang disinyalir tertimbun reruntuhan tanah longsor di kedalaman puluhan meter.

Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi yang tengah berada di lokasi kejadian atau disebut Last Know Position (LKP) menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari perusahaan (PT ABS) terkait insiden fatality itu beberapa jam setelah kejadian tepatnya Pukul 23.00 WITA.

“Dengan dugaan ada dua pekerja (Adi dan Mario) tertimbun longsor,” tegas Riqi.

Kondisi LKP yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian di malam itu juga membuat tim SAR gabungan menunda hingga keesokan harinya.

 

“Hari ini (Rabu) adalah ke empat pencarian. Setelah menerima laporan kami tidak bisa langsung bergerak di waktu itu (malam), jadi kami bergerak senin pagi menuju ke lokasi. kita bergerak bersama Polsek, Inafis Polres Kutai Kartanegara dan Koramil,” jelasnya melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu (26/2/2025).

Dugaan ada dua pekerja yang hilang itu telah dikonfirmasi perusahaan melalui hasil pengecekan karyawan yang bekerja shift malam.

“Area longsoran cukup luas dan timbunan longsor cukup dalam sekitar 30-40 meter,” ujarnya.

“Tim SAR Gabungan tidak bisa maksimal melakukan pencarian secara langsung dengan tenaga jadi menggunakan drone untuk memantau lokasi” tambahnya.

Lebih lanjut, Riqi menyebut kondisi di lapangan cukup sulit sehingga perlu alat khusus seperti alat berat.

“Dan perusahaan juga telah menurunkan alat berat,” singkatnya.

 

Diwartakan sebelumnya, untuk kesekian kalinya kegiatan penambangan batu bara di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali merenggut korban jiwa, Minggu (23/2/2025) Pukul 20.30 WITA.

Kali ini insiden fatality itu terjadi di area konsesi PT Insani Bara Perkasa (IBP) tepatnya di Dusun Bakti Luhur, RT 11, Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kukar.

Dalam insiden itu ada lima pekerja di bawah naungan PT ABS menjadi korban, dengan rincian 3 pekerja selamat dan dua operator dilaporkan hilang tertimbun longsor serta masih dalam pencarian. (ok/pep)