Saluran Irigasi di Kota Bangun Perlu Perhatian
Ilustrasi Saluran Irigasi.
Kukar – Kondisi saluran irigasi di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih menjadi persoalan bagi petani.
Beberapa saluran tercatat tidak berfungsi maksimal sehingga mengganggu pengairan sawah, terutama saat musim hujan. Hal ini disampaikan Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kota Bangun, Ifan Manosa.
“Ada beberapa desa yang saluran irigasinya sudah tertutup dan tidak berfungsi dengan baik. Tapi ada juga yang masih bagus karena dipelihara,” ungkapnya, pada Jumat (5/9/2025).
Ia mencontohkan, di Desa Sari Nadi sering terjadi genangan ketika hujan deras. Kondisi ini dipicu oleh letak desa yang berada di bawah kawasan hutan tanaman industri (HTI).
“Kalau hujan lebat, air dari atas langsung turun ke sawah-sawah,” jelasnya.
Menurutnya, banjir tidak berlangsung lama. Dalam beberapa hari, air biasanya surut jika hujan berhenti.
“Genangan itu tidak sampai berminggu-minggu, paling dua sampai tiga hari. Kalau tidak ada hujan lagi, sawah bisa cepat kering,” katanya.
Meski demikian, ia menilai penambahan dan perbaikan saluran irigasi masih sangat dibutuhkan untuk menjaga lahan sawah tetap produktif.
“Kalau bisa memang ada penambahan saluran irigasi, supaya petani lebih mudah mengatur pengairan sawahnya,” pungkasnya.






