Longsor di Jalan Utama Desa Jembayan Capai Kedalaman 1 Meter, Akses Air Bersih di Dua RT Mati
Teks Foto : Kondisi jalan longsor di Desa Jembayan Ilir (Rizka/Media Mahakam)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Kondisi jalan longsor yang terjadi di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kian memperhatinkan. Yang semulanya longsor tersebut hanya sekitar 20 centimeter, kini kedalaman longsor telah mencapai 1 meter hanya dalam hitungan hari.
Kepala Dusun Margasari yang juga merangkap sebagai Kaur Umum Desa Persiapan Jembayan Ilir Haerudi mengungkapkan, penurunan jalan yang sangat signifikan ini terjadi akibat masih banyaknya kendaraan besar yang melintas di jalan tersebut.
“Kita sudah melaksanakan pemasangan tiang pancang sepanjang 63 meter, tapi akibat volume kendaraan yang melintas tidak berkurang sama sekali, kondisi jalan ini jadi semakin turun,” ungkapnya.
Hal ini tentu sangat disayangkan Haerudi sebab ia beserta Kepala RT dan warga setempat sudah sering memberikan imbauan kepada masyarakat yang melintas terutama kendaraan besar seperti truk roda enam untuk tidak lagi melintasi jalan yang kondisinya kian cekung itu.
“Padahal kami sudah berikan imbauan lewat sosial media dan memasang sejumlah baleho peringatan di setiap simpang jalan, tapi ada saja oknum yang memperbolehkan kendaraan besar untuk lewat sehingga jalan yang sudah rusak ini semakin mengalami penurunan,” tambahnya.
Selain disebabkan oleh banyaknya beban kendaraan yang melintas, Haerudi juga menyebutkan penurunan kondisi jalan juga diperparah akibat pecahnya pipa PDAM yang berada di bawah tanah. Hal ini menyebabkan air yang mengalir dari pecahan pipa itu menggenang dan menggerus pondasi tanah dari dalam.
Musibah longsor ini tentunya sangat merugikan warga sekitar, mengingat jalan tersebut merupakan jalan penghubung tidak hanya antar desa dan kabupaten namun juga antar provinsi. Selain mengganggu mobilisasi kendaraan yang melintas, longsor ini juga mengakibatkan beberapa rumah hanyut dan sejumlah tempat usaha milik warga terpaksa tutup.
Bahkan baru-baru ini, ratusan KK dari RT 4 dan RT 20 yang berada di sekitar lokasi longsor mengalami mati air akibat pecahnya pipa PDAM. Kondisi ini membuat warga mau tidak mau harus mencari alternatif air bersih lain, terlebih kejadian ini sudah berlangsung selama 4 hari lamanya.
Maka dari itu, untuk menghentikan musibah yang semakin berkepanjangan ini Haerudi memastikan untuk terus melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait mulai dari pihak kepolisian, Pemkab Kukar, Pemprov Kaltim hingga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Guna bersama-sama mencari solusi paling efektif yang dapat digunakan agar kondisi jalan dapat segera diperbaiki.
“Karena jalan ini statusnya jalan nasional, maka BBPJN bersedia memfasilitasi. Dari kita juga masih terus mengupayakan jalur alternatif lainnya, terutama untuk kendaraan roda enam dan kendaraan besar lainnya. Karena jika ditutup begitu saja, ditakutkan akan menggangu aktifitas perekonomian kita,” jelas Haerudi.
Haerudi berharap melalui koordinasi yang sudah dijalankannyabini, seluruh proses perbaikan dapat segera selesai tanpa adanya hambatan lagi, berikut juga alternatif jalan yang segera mendapatkan titik terang. Meskipun tentu saja hal ini membutuhkan proses yang bertahap, namun ia akan terus mengusahakan hal tersebut demi kenyamanan bersama.
“Semoga secepatnya kita dapat solusi,” tutupnya. (rl)






