Generasi Muda Kukar Didorong Lestarikan Bahasa Ibu Lewat FTBI 2025
teks : Agenda Grand Final FTBI 2025
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pelestarian bahasa daerah terus digelorakan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 menjadi wadah penting untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap bahasa ibu di tengah ancaman kepunahan.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan pentingnya agenda ini.
“Tujuan dari kegiatan ini sangat jelas, yakni untuk melestarikan bahasa ibu. Kita tahu bersama, pelestarian bahasa ibu saat ini sangat memprihatinkan. Banyak bahasa daerah yang terancam punah,” ujarnya ditemui pasca agenda.
Disisi lain, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Asep Juanda, juga menyampaikan apresiasinya atas sinergi semua pihak yang mendukung FTBI.
“Dukungan dari kepala sekolah, guru pendamping, dan orang tua juga luar biasa. Dari kolaborasi semua pihak inilah, kegiatan FTBI saya lihat berjalan dengan baik dan sukses,” ucapnya.
Menurut Asep, penampilan anak-anak dalam ajang ini tidak hanya mencerminkan keterampilan berbahasa, tetapi juga kepercayaan diri.
“Membaca puisi, pidato, tarsul, hingga tingkilan dengan menggunakan bahasa daerah tentu tidak mudah. Walaupun ada kriteria penilaian tertentu, secara keseluruhan mereka tampil sangat percaya diri,” katanya.
Ratusan peserta dari jenjang SD dan SMP sebelumnya telah mengikuti babak penyisihan selama dua hari. Dari mereka, lahirlah finalis yang tampil di Grand Final FTBI Kukar 2025 di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Sabtu (6/9/2025).
Peserta terbaik dari Kukar nantinya akan mewakili daerah ke tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Oktober 2025 di Samarinda. Mereka akan kembali bersaing dengan perwakilan dari kabupaten dan kota lainnya sebelum menuju ajang nasional.
Terakhir, Puji Utomo berharap FTBI dapat menjadi benteng budaya menghadapi derasnya arus globalisasi.
“Dengan adanya FTBI, kami berharap generasi muda semakin peduli terhadap budaya bangsa, terutama bahasa daerahnya sendiri,” pungkasnya.
(Zii)






