Pemkab Kukar Perkuat Irigasi Pertanian di Sebulu, Petani Masih Tergantung Hujan

Ilustrasi saluran irigasi.

Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap sektor pertanian. Salah satu langkah nyata adalah pembangunan infrastruktur irigasi di Kecamatan Sebulu yang hingga kini berjalan dengan baik.

Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sebulu, Iwan Setiawan, mengatakan pembangunan jaringan tersier dan embung menjadi bagian penting dari dukungan pemerintah. Namun, kondisi geografis di Kalimantan Timur membuat pengairan pertanian masih sangat bergantung pada curah hujan.

“Infrastruktur irigasi sudah berjalan, misalnya pembangunan jaringan tersier dan embung. Hanya saja di Kalimantan Timur berbeda dengan daerah lain,” kata Iwan, pada Sabtu (30/08/2025).

Menurutnya, embung yang dibangun hanya berfungsi sebagai penampung air sementara. Saat musim kemarau, petani tetap kesulitan karena tidak tersedia sumber air permanen.

“Pertanian masih mengandalkan hujan. Saat kemarau, petani kesulitan air karena embung hanya menampung air, tidak ada sumber atau mata air permanen,” ujarnya.

“Harapannya, infrastruktur bisa diperbanyak untuk mendukung program swasembada pangan pemerintah pusat,” tambah Iwan.

Meski demikian, Iwan menyebut dalam setahun petani di Sebulu masih bisa melakukan dua kali musim tanam. Artinya, produksi pangan tetap berjalan meski dihadapkan pada keterbatasan pasokan air.