Inovasi Aparatur Melayu Hadir Menjawab Masalah Sosial dan Lingkungan

Teks : Agenda pemaparan 3 Inovasi di Kelurahan Melayu

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Persoalan sosial, lingkungan, dan pelayanan administrasi masih menjadi tantangan nyata di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Mulai dari angka stunting, tumpukan sampah, hingga prosedur pelayanan RT yang berbelit, semuanya membutuhkan jawaban konkret.

Kesempatan itu hadir melalui Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan ke-24 Tahun 2025 yang diikuti tiga kepala seksi Kelurahan Melayu. Dari pelatihan tersebut lahir gagasan inovasi yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus untuk memperbaiki tata kelola pelayanan publik di tingkat kelurahan.

Di bidang pelayanan, Kasi Pemerintahan Kelurahan Melayu, M Rony Trianto, memperkenalkan inovasi Siap RT. Program ini menyederhanakan proses administrasi yang selama ini membuat warga harus bolak-balik dari RT ke kelurahan. Melalui sistem kerja yang lebih terstruktur, pelayanan menjadi lebih cepat dan aparat lebih responsif.

“Inovasi ini bermanfaat bagi internal kelembagaan RT, seperti penguatan koordinasi dengan kelurahan serta tersedianya panduan kerja yang jelas. Dari sisi eksternal, masyarakat mendapat akses layanan lebih mudah,” jelas Rony, Jumat (5/9/2025).

Masalah stunting juga mendapat perhatian khusus. Kasi Sosial Kelurahan Melayu, Lenny Dharmayanti, menggagas program Melayu Peduli. Program ini hadir dengan konsep orang tua asuh, di mana masyarakat diajak berdonasi kebutuhan gizi untuk anak-anak terdampak stunting, berkolaborasi dengan Puskesmas agar bantuan lebih tepat guna.

“Sejauh ini ada 10 anak terdampak stunting yang terdata, dengan 5 di antaranya masuk kategori ekstrem. Tahap awal kami fokus pada 5 anak tersebut. Sudah ada 8 orang tua asuh yang bergabung,” ungkap Lenny.

Tak kalah penting, persoalan lingkungan dijawab melalui program JUMPAMU (Jemput Sampah Melayu). Gagasan Kasi Pembangunan Kelurahan Melayu, Taufik Anwar, ini menawarkan solusi pengelolaan sampah berbasis tabungan. Warga dan pelajar bisa menukar sampah plastik maupun kertas dengan nilai ekonomi, sambil menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini.

“Melalui Jumpamu Start dan Jumpamu ke Sekolah, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya pelajar, untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan. Tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan, memperkuat nilai gotong royong, dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” tutur Taufik.

Ketiga inovasi ini dirancang untuk menjawab masalah riil yang dihadapi masyarakat. Dengan dukungan kolaboratif antara pemerintah, lembaga, dan warga, diharapkan Kelurahan Melayu bisa menghadirkan pelayanan publik yang lebih efisien, lingkungan yang lebih sehat, serta kehidupan sosial yang lebih sejahtera.

“Semua inovasi ini lahir dari semangat bersama untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap langkah kecil ini bisa membawa perubahan besar di Kelurahan Melayu,” tutup Taufik.

(Zii)