Jelang Tahun Baru, Petani Jagung di Tenggarong Seberang Panen Untung Besar
Teks Foto : Salah seorang Petani Jagung Manis di Kecamatan Tenggarong Seberang, Muhammad Madong. (Rizka/Media Mahakam)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Momen pergantian tahun selalu mendatangkan berkah terutama bagi para petani jagung manis yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Salah satu petani yang merasakan manfaat ini adalah Muhammad Madong, yang rutin menjual hasil panennya secata langsung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jagung manis menjelang perayaan malam tahun baru.
Seperti yang diketahui, banyak warga biasanya merayakan malam pergantian tahun dengan acara bakar-bakar atau barbeque bersama sanak keluarga maupun teman-teman. Selain daging dan sosis, jagung manis selalu menjadi pelengkap utama dalam perayaan malam pergantian tahun.
Tak heran, menjelang malam tahun baru, banyak pedagang jagung manis bermunculan di sepanjang jalan seperti yang dilakukan Madong. Madong menjajakan jagung hasil panennya di Jalan AP. Mangkunegara, Kecamatan Tenggarong Seberang, Poros Jalan Tenggarong-Samarinda. Bersama istrinya, ia mulai berjualan sejak tanggal 30 Desember, dari pukul 10 pagi hingga sore atau sampai dagangannya habis.
Jagung yang dijual Madong berasal dari kebun seluas satu hektar yang ia kelola sendiri. Ia menanam jagung secara rutin setiap bulan Oktober, sehingga hasil panennya selalu tersedia menjelang akhir tahun.
“Setiap tahun saya jualan terus, dan Alhamdulillah selalu laku,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela waktu berdagangnya, Selasa (31/12/2024).
Dalam waktu kurang dari dua hari, Madong berhasil menjual hingga 14 karung jagung. Setiap karung berisi 100 biji jagung dengan harga Rp300.000 per karung. Selain itu, ia juga melayani pembelian eceran dengan harga Rp30.000 per 10 biji, atau Rp35.000 jika pembeli ingin memilih sendiri.
Jagung-jagung yang dijual Madong tampak segar dan berkualitas, sehingga menarik minat banyak pembeli. “Jagung ini cocok untuk bakar-bakar, apalagi di malam tahun baru,” tambahnya. Dari penjualan kali ini, Madong berhasil meraup omzet hingga Rp6 juta, yang menjadi berkah besar bagi keluarganya.
Fenomena petani seperti Madong yang memanfaatkan momen tahun baru untuk menjual hasil panen menunjukkan bagaimana tradisi lokal dapat mendukung ekonomi keluarga. Selain memberikan keuntungan finansial, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara petani dan masyarakat kota, yang sama-sama merayakan momen pergantian tahun dengan semangat kebersamaan. (rl)






