Kapolres Kukar Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Zebra Mahakam 2024, Sasar 8 Prioritas Pelanggaran Lalu Lintas
Teks Foto : Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Mahakam 2024 Kukar. (Foto : Dok.Humas Polres)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Mahakam 2024 yang akan berlangsung selama dua pekan yakni mulai tanggal 14 hingga 27 Oktober 2024. Dalam rangka mendukung kelancaran pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih tertib dalam berlalu lintas demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan nyaman, Senin (14/10/2024).
Apel yang berlangsung di Halaman Mako Polres Kukar itu turut dihadiri oleh Dandim 0906/KKR Letkol Czi Damai Adi Setiawan, Waka Polres Kutai Kartanegara Kompol M.Aldy Harjasatya beserta jajaran, Asisten I Pemkab Kutai Kartanegara Ahmad Taufik Hidayat, dan sejumlah instansi terkait lainnya.
Dalam amanatnya pada apel itu, Heri menyampaikan Apel Gelar Pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personil maupun sarana pendukung lainnya sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
Perlu diketahui bersama, berdasarkan data wilayah hukum Polda Kaltim terkait jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam tahun 2023 mengalami kenaikan sekitar 186 persen dibanding dengan tahun 2022. Namun, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintar mengalami penurunan sebanyak 20 persen, dari 5 korban jiwa pada 2022 menjadi 4 korban jiwa pada 2023.
Sementara untuk pelanggaran lalu lintas pada Operasi Zebra Mahakam 2023 tercatat 4.590 pelanggaran, dengan jumlah tilang sebanyak 1.219 lembar dan teguran sebanyak 3.371 lembar.
“Kita menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut, kita tidak bisa berdiam diri saja. Kita wajib melakukan berbagai upaya untuk mendukung pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Kamseltibcarlantas,” ujarnya.
Guna mengatasi permasalahan lalu lintas, perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi Kamseltibcarlantas dengan memberdayakan seluruh stakeholder agar terbentuk langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas.
Oleh sebab itu, menurut Heri diperlukan koordinasi bersama antara instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Kamseltibcarlanta sehingga tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.
Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan di mana di dalam isinya terdapat empat nilai kompleks yang memerlukan sinergitas seluruh pihak sebagai dasar menemukan akar masalah berikut dengan solusinya.
Keempat nilai tersebut antara lain, mewujudkan dan memelihara Kamseltibcarlantas, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, dan membangun budaya tertib berlalu lintas, meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.
Lebih lanjut, pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2024 kali ini ada delapan Prioritas Pelanggaran yang menjadi sasaran dan akan difokuskan pada Penekanan Hukum lalu lintas dengan ETLE Mobile dan teguran, yaitu:
1. Pengemudi atau pengendara Ranmor yang menggunakan Ponsel saat berkendara.
2. Pengemudi atau pengendara Ranmor yang masih di bawah umur .
3. Pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.
4. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan Helm SNI dan pengemudi ranmor yang tidak menggunakan safety belt.
5. Pengemudi atau pengendara Ranmor dalam pengaruh atau mengkomsumsi Alkohol.
6. Pengemudi atau Pengendara Ranmor yang melawan Arus.
7. Pengemudi atau Pengendara Ranmor yang melebihi Batas kecepatan.
8. Berkendara menggunakan Knalpot yang tidak sesuai dengan Spesifikasi Teknis.
Dengan dilakukannya penegakan hukum terhadap sasaran Prioritas tersebut, Heri berharap pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2024 dapat mendorong tercapainya target operasi yang diantaranya yaitu, menurunkan jumlah kejadian dan fatalitas korban lakalantas, terciptanya keamanan keselamatan ketertiban kelancaran berlalu lintas yang aman nyaman dan selamat pada jalur tol Arteri dan tempat wisata, terciptanya kamseltibcarlantas pada saat tahapan kampanye Pilkada serentak dan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada Pemilu 2024.
Sebelum mengakhiri amanatnya, Heri kembali menekankan serta mengarahkan kepada seluruh personil satuan lalu lintas Polres Kutai Kartanegara bahwa Polri ada untuk masyarakat sehingga tolak ukur keberhasilan seluruh tugas ini adalah kehadiran polisi yang mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Mari kita sama-sama mensukseskan Gelaran Opreasi Zebra Mahakam Tahun 2024 ini. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan perlindungan petunjuk dan bimbingan kepada kita sekalian salam lah dalam melanjutkan tugas pengabdian kepada masyarakat dan bangsa,” tutupnya. (rl)






