UMKM Kukar Hadapi Tantangan Minimnya Pusat Promosi

Teks : Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Produk-produk UMKM di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) selama ini belum memiliki wadah promosi yang dikelola secara terpadu oleh pemerintah daerah.

Kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha masih mengandalkan inisiatif mandiri atau dukungan terbatas dari kecamatan dan perusahaan.

Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin, menyebutkan bahwa pemerintah daerah baru mulai menyiapkan langkah konkret tahun ini dengan membangun dua pusat promosi di kawasan Puja Sera, Tenggarong.

“Selama ini belum ada pusat promosi yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah, jadi ini langkah awal,” katanya, Senin (18/8/2025).

Meski begitu, sejumlah kecamatan sebenarnya telah lebih dulu berupaya menghadirkan gerai UMKM. Di Loa Kulu misalnya, camat meluncurkan program inovasi bertajuk Lajui Merunduk yang menghadirkan gerai UMKM di kantor kecamatan.

“Program itu sudah membantu memasarkan produk warga,” jelas Fathul.

Kecamatan Anggana juga memiliki gerai UMKM dari anggaran kecamatan, sedangkan di Desa Sungai Meriam fasilitas promosi dibangun melalui dana CSR perusahaan setempat.

“Inisiatif seperti ini perlu kita dorong terus agar UMKM punya tempat promosi yang layak,” tuturnya.

Kerja sama dengan pihak swasta juga tercatat di Muara Jawa. DiskopUKM bersama Pertamina membangun pusat UMKM, namun fasilitas itu belum berjalan optimal akibat kekosongan kepengurusan.

“Kami segera melakukan penguatan organisasi supaya fasilitasnya aktif kembali,” kata Fathul.

Sayangnya, tidak semua fasilitas yang ada terawat baik. Di Kecamatan Muara Badak, fasilitas UMKM yang dibangun pemerintah daerah justru kini dalam kondisi rusak berat.
“Kita akan evaluasi dan cari solusi perbaikan, karena sayang kalau aset ini terbengkalai,” ujarnya.

Kondisi beragam itu menunjukkan masih adanya ketimpangan antara semangat membangun gerai UMKM dengan keberlanjutan pengelolaannya.

Menurut DiskopUKM, kelembagaan yang kuat dan fasilitas terintegrasi menjadi kunci agar UMKM tidak hanya sekadar punya ruang pamer, tetapi juga mendapat layanan pendukung.

Fathul menegaskan, rencana besar sudah disiapkan melalui pembangunan klinik dan UMKM Center di enam kecamatan pada 2026. Fasilitas itu diharapkan menjadi pusat pembinaan, promosi, hingga pendampingan usaha.

“Harapan kami, program ini tidak hanya menghidupkan ekonomi lokal, tapi juga memperluas jejaring pemasaran hingga keluar daerah. UMKM Kukar harus naik kelas dan mampu bersaing,” pungkasnya. (advdiskominfokukar/zii)