Penelitian Ungkap Alasan Banyak Orang Menyukai Suasana Kafe yang Ramai
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Bagi sebagian orang, bekerja atau belajar di tempat yang tenang dianggap lebih ideal. Namun, tidak sedikit pula yang justru merasa lebih nyaman berada di kafe yang ramai dengan suara percakapan, dentingan cangkir, dan lalu-lalang pengunjung. Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang menarik.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Journal of Consumer Research menemukan bahwa tingkat kebisingan sedang, seperti yang umum ditemui di kafe, dapat meningkatkan kreativitas seseorang. Peneliti menyebut kondisi tersebut sebagai “moderate ambient noise” yang membantu otak berpikir lebih abstrak dan menghasilkan ide-ide baru.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Illinois itu menunjukkan bahwa suara latar sekitar 70 desibel memberikan efek optimal bagi kreativitas. Berbeda dengan suasana yang terlalu sunyi atau terlalu bising, tingkat kebisingan sedang justru mendorong otak untuk bekerja lebih fleksibel dalam memproses informasi.
Menurut penelitian tersebut, sedikit gangguan dari lingkungan membuat seseorang tidak terlalu fokus pada detail-detail kecil. Akibatnya, pikiran menjadi lebih terbuka terhadap berbagai kemungkinan dan ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Selain meningkatkan kreativitas, suasana ramai juga dapat memberikan rasa kebersamaan. Para psikolog menyebut fenomena ini sebagai social presence, yaitu perasaan bahwa ada orang lain di sekitar meskipun tidak sedang berinteraksi secara langsung. Kehadiran orang lain dapat membuat seseorang merasa lebih terhubung dan tidak sendirian.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Environment and Behavior juga menemukan bahwa keberadaan orang lain di ruang publik dapat meningkatkan kenyamanan emosional. Banyak orang merasa lebih aman dan santai ketika berada di lingkungan yang hidup dibandingkan tempat yang benar-benar sepi.
Fenomena ini turut berkaitan dengan konsep co-working effect. Saat melihat orang lain bekerja, membaca, atau berdiskusi, seseorang cenderung termotivasi untuk melakukan aktivitas produktif yang sama. Efek tersebut sering dimanfaatkan oleh mahasiswa, pekerja lepas, hingga pelaku usaha yang memilih kafe sebagai tempat bekerja.
Para peneliti juga menemukan bahwa suara latar yang konsisten, seperti obrolan ringan dan aktivitas pengunjung kafe, dapat berfungsi sebagai white noise alami. Suara tersebut membantu menutupi gangguan yang lebih mengganggu, seperti suara kendaraan mendadak atau bunyi keras yang tidak terduga.
Namun demikian, para ahli mengingatkan bahwa tingkat kebisingan yang terlalu tinggi justru dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan stres. Karena itu, kenyamanan setiap orang terhadap suasana ramai bisa berbeda-beda tergantung kepribadian, jenis pekerjaan, dan kondisi psikologis masing-masing.
Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap suasana kafe yang ramai bukan sekadar tren gaya hidup. Di balik kebiasaan itu, terdapat mekanisme psikologis dan kognitif yang membuat banyak orang merasa lebih nyaman, kreatif, serta produktif ketika berada di tengah lingkungan yang hidup dan dinamis. (Zii)






