Teknologi Drone Ringankan Beban Petani di Bukit Biru Kukar

Lahan Pertanian di Kelurahan Bukit Biru.

Kukar – Perkembangan teknologi kini mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani lokal di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya melalui pemanfaatan drone untuk mendukung aktivitas pertanian.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bukit Biru, Suwarman, menyebut penggunaan teknologi modern seperti drone sangat membantu dalam pengelolaan pertanian. Khususnya dalam hal efisiensi waktu dan tenaga para petani di lapangan.

“Dengan adanya kemajuan teknologi seperti ini sangat membantu sekali. Di Bukit Biru sendiri ada 19 kelompok tani dan 2 kelompok padi sayur yang tersebar di lahan seluas sekitar 3,75 hektare,” ungkap Suwarman saat ditemui di kediamannya, pada Rabu (21/05/2025).

Menurutnya, drone saat ini telah difungsikan untuk pengendalian hama. Sedangkan untuk pemupukan masih dalam tahap pengembangan, meskipun sudah sempat diuji coba.

“Pemupukan dengan drone memang sudah dilakukan. Hasilnya jauh lebih cepat. Biasanya, satu hektare itu bisa memakan waktu enam jam jika dilakukan secara manual, tapi dengan drone hanya butuh sekitar 25 menit,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar kelompok tani di Bukit Biru sudah mulai menikmati hasil dari efisiensi kerja drone tersebut. Meski demikian, belum semua fungsi drone bisa dioptimalkan karena keterbatasan dalam pengoperasiannya.

Lebih lanjur, terkait dukungan alat, Suwarman menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar tak tutup mata terhadap sektor pertanian, terbukti hingga kini, para petani beberapa mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar selama ini berupa mesin pemanen gabungan (komben).

Sedangkan untuk drone sendiri, itu didanai oleh Bank Indonesia (BI) sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi sektor pertanian.

“Untuk drone itu dari BI, bukan dari Distanak. Tapi sangat membantu kami di lapangan,” pungkasnya.