Sebulu Siapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Persoalan Sampah

Teks : Camat Sebulu, Edy Fahruddin

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas permukiman, Kecamatan Sebulu mulai menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan sampah. Kondisi ini mendorong pemerintah setempat untuk mencari solusi yang tidak hanya sementara, tetapi juga berkelanjutan.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin, menyebutkan bahwa berbagai langkah koordinasi telah dilakukan bersama perangkat desa, OPD teknis, dan pihak terkait. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi syarat utama agar setiap kebijakan berjalan efektif di lapangan.

“Koordinasi ini kami lakukan untuk menghindari keterlambatan dan memastikan semua persoalan terkait pembangunan bisa segera ditangani,” ujarnya, Selasa (19/8/2025).

Salah satu hasil konkret dari upaya tersebut adalah penyiapan lahan seluas 4 hektare di Desa Sebulu Ulu. Lahan ini direncanakan menjadi lokasi pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang diharapkan menjadi solusi permanen untuk wilayah Sebulu dan sekitarnya.

Edy menjelaskan bahwa saat ini proses administrasi dan legalitas sedang dikebut. Pemerintah kecamatan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar.

“DLHK Kukar sudah melakukan konsultasi publik bersama masyarakat dan pihak terkait. Mudah-mudahan tidak ada kendala soal lahan sehingga proses pembangunannya bisa dimulai tahun ini,” jelasnya.

TPA yang tengah dirancang itu bukan hanya sekadar tempat pembuangan, tetapi juga akan difungsikan untuk pengelolaan dan pemrosesan sampah secara terstruktur.

Dengan begitu, beban sampah yang kian menumpuk dapat ditangani dengan cara lebih sistematis.

Bagi Edy, keberadaan TPA adalah bentuk kesiapan menghadapi tantangan lingkungan di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari upaya kolektif, bukan sekadar program administratif.

“Kalau TPA ini terwujud, persoalan sampah di wilayah Sebulu tidak lagi jadi masalah tahunan, tapi bisa ditangani secara terukur untuk jangka panjang,” pungkasnya. (advdiskominfokukar/zii)