PPL Jadi Ujung Tombak Pertanian Samboja, Distanak Kukar Siapkan Penguatan Kapasitas dan Regenerasi

Terbit : 28 September 2025
Cc : Distanak Kukar 185

Camat Samboja, Damsik.

Kukar – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi pilar penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kecamatan Samboja. Lewat pendampingan langsung kepada petani, para penyuluh berperan memastikan setiap program dan kegiatan pertanian berjalan optimal di wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Camat Samboja, Damsik, mengatakan bahwa keberadaan PPL sangat membantu pemerintah kecamatan dalam meningkatkan produktivitas dan efektivitas petani di lapangan. Ia menyebut, peran penyuluh tidak hanya sebatas memberikan arahan teknis, tetapi juga memastikan setiap bantuan pertanian yang disalurkan pemerintah dimanfaatkan secara tepat guna.

“PPL ini ujung tombak pertanian kita. Mereka yang tahu kondisi petani di lapangan dan membantu memastikan semua program berjalan dengan baik. Tapi memang, jumlahnya masih terbatas,” ujar Damsik, pada Minggu (28/09/2025).

Damsik menjelaskan, Samboja memiliki 13 desa dan kelurahan dengan karakteristik lahan yang beragam, namun jumlah PPL yang bertugas masih belum sebanding dengan luas wilayah tersebut. Beberapa penyuluh bahkan sudah mendekati masa purna tugas tanpa adanya regenerasi yang cukup cepat.

“Beberapa PPL sudah mau purna tugas, sementara pengganti belum ada. Jadi pendampingan di beberapa titik belum maksimal,” tambahnya.

Meski begitu, ia mengapresiasi dedikasi para penyuluh yang tetap aktif membantu petani di tengah keterbatasan. Bahkan, PPL turut berkolaborasi dengan TNI dan Polri dalam menggerakkan program pemanfaatan lahan tidur melalui kegiatan penanaman jagung dan padi di sejumlah titik, seperti Muara Sembilang dan Handil Baru.

Selain memberikan bimbingan teknis, PPL juga berperan penting dalam menumbuhkan semangat generasi muda untuk kembali ke sektor pertanian. Namun, Damsik mengakui hal ini masih menjadi tantangan besar, karena minat anak muda terhadap pertanian dinilai terus menurun.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, memastikan pihaknya akan memperkuat kapasitas dan peran PPL di seluruh wilayah Kukar, termasuk Samboja.

“PPL bukan hanya pengawas, tetapi juga motivator dan penggerak utama di lapangan. Mereka harus bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan petani agar program yang dijalankan benar-benar efektif,” tegas Taufik.

Ia menambahkan, Distanak Kukar berkomitmen menambah tenaga penyuluh baru serta memberikan pelatihan berkelanjutan agar para penyuluh dapat beradaptasi dengan sistem pertanian modern berbasis teknologi.

“Kami ingin penyuluh mampu menghadirkan inovasi dan semangat baru di sektor pertanian. Dengan begitu, produktivitas bisa meningkat dan regenerasi petani muda bisa tumbuh,” pungkasnya.