Penyuluh Swadaya Dorong Aplikasi Trichoderma untuk Cegah Penyakit Tanaman
PPS Desa Loa Duri Ulu, Rili.
Kukar – Belum lama ini Unit Pelaksana Teknis Daerah Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Loa Janan memberikan Trichoderma kepada Kelompok Tani (Poktan) Usaha Abadi di Desa Loa Duri Ulu.
Hal tersebut turut disaksikan oleh Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Loa Duri Ulu, Rili. Ia mengatakan, pemberian Trichoderma ini sangat dapat membatu para petani untuk menghambat penyebaran penyakit pada tanaman padi.
“Yang dibagikan itu Trichoderma. Itu memang untuk mencegah penyakit sebelum tanam, jadi diaplikasikan dulu di lahannya,” kata PPS Desa Loa Duri Ulu, Rili belum lama ini.
Meski hasilnya dinilai efektif dalam menekan risiko serangan penyakit, distribusi Trichoderma belum merata.
“Tapi memang tidak semua petani dapat karena jumlahnya terbatas,” ujarnya.
Menurut dia, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal. Rili menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten, untuk memperluas praktik ini.
“Harapannya, ada dukungan yang lebih luas agar petani bisa mandiri dan tidak bergantung pada bahan kimia sintetis. Pemerintah bisa ambil peran di situ,” ucapnya.
Rili menambahkan, langkah kecil seperti ini bisa menjadi awal dari transformasi sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan.
“Kalau petani sudah lihat sendiri manfaatnya, mereka pasti mau ikut. Tinggal kita dorong bersama,” tutupnya.






