Pengembangan Pariwisata Muara Kaman Masih Terkendala Banjir dan Infrastruktur

Teks : Camat Muara Kaman, Berlian

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Harapan besar masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di Kecamatan Muara Kaman masih belum terwujud. Meski memiliki peninggalan sejarah yang bernilai tinggi, keterbatasan infrastruktur dan tantangan geografis membuat sektor ini sekadar berjalan di tempat.

Camat Muara Kaman, Berliang, mengakui bahwa selama tiga tahun menjabat, pengembangan pariwisata belum banyak mengalami kemajuan. Salah satu penghambat utamanya adalah banjir tahunan yang merusak jalan-jalan baru dibangun.

“Banjir ini yang paling menyulitkan kami. Jalan yang baru dibangun pun kadang tidak bertahan lama kalau air naik,” ungkapnya, saat di konfirmasi pada Jumat (25/7/2025).

Meski demikian, pemerintah provinsi telah memberikan perhatian melalui program pengaspalan dan semenisasi jalan menuju kawasan tersebut, bahkan tahun ini telah dilakukan penambahan jalan baru sepanjang lebih dari satu kilometer.

Selain masalah infrastruktur, keterbatasan anggaran dan kurangnya promosi membuat situs-situs sejarah di Muara Kaman belum tergarap maksimal.

Padahal, wilayah ini menyimpan peninggalan penting berupa prasasti sejarah yang belum banyak dikenal luas.

Berliang menyebut bahwa potensi wisata sejarah tersebut seharusnya bisa menjadi pengungkit ekonomi lokal, seiring dengan kekayaan sumber daya alam lain yang dimiliki wilayah ini.

Muara Kaman memang dikenal sebagai kecamatan dengan hasil pertanian dan perikanan yang melimpah. Sungai Mahakam yang membelah wilayah ini menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat.

“Di Muara Kaman ini, pertanian sangat melimpah. Ada pertanian ladang basah dan juga di daratan. Selain itu, masyarakat juga banyak bergerak di bidang usaha pertanian dan perikanan, mengingat sungai kita juga sangat mendukung untuk itu,” ujar Berliang.

Meski belum optimal, ia tetap berharap pengembangan sektor pariwisata dapat menyusul pembangunan infrastruktur dasar lainnya.

“Saya merasa belum bisa berbuat banyak untuk sektor pariwisata. Harapan masyarakat besar, tapi tantangannya juga tidak sedikit,” tutupnya. (adv/diskominfokukar/zii)