Pemprov Kaltim Salurkan Rp220,65 Miliar untuk 48 Ribu Mahasiswa
Mediamahakam.com, Samarinda — Program beasiswa pendidikan tinggi Gratispol milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menjadi perhatian publik. Meski menuai sejumlah kritik terkait pelaksanaan teknis di lapangan, pemerintah memastikan program tersebut tetap berjalan sambil dilakukan evaluasi dan penyempurnaan secara bertahap.
Tenaga Ahli Gubernur Kaltim, Rusman Yaqub, mengatakan polemik yang berkembang sejauh ini lebih banyak berkaitan dengan aspek teknis pelaksanaan, bukan pada substansi program.
Menurutnya, Gratispol hadir sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kaltim.
“Yang berkembang di masyarakat kebanyakan soal teknis pelaksanaan. Tapi kalau melihat substansinya, tujuan program Gratispol ini sangat baik dan memang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Rusman mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam implementasi awal program tersebut. Pemerintah, kata dia, terbuka menerima kritik dan masukan, termasuk terkait batas usia penerima maupun persyaratan administrasi yang dinilai memberatkan sebagian mahasiswa.
Ia menegaskan program berskala besar seperti Gratispol membutuhkan proses dan tidak dapat berjalan sempurna dalam waktu singkat.
“Program sebesar ini tentu butuh proses. Tidak mungkin langsung sempurna sejak awal. Karena itu pemerintah terus melakukan evaluasi dan siap menerima masukan agar pelaksanaannya semakin baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan Gratispol terus berjalan hingga Maret 2026.
Pada tahap kedua yang disalurkan 17 Maret 2026, sebanyak 27.548 mahasiswa dari 51 perguruan tinggi menerima bantuan dengan total anggaran mencapai Rp117,55 miliar.
Jika digabungkan dengan penyaluran tahap pertama pada Februari 2026, total penerima manfaat program Gratispol mencapai 48.676 mahasiswa dengan nilai bantuan sebesar Rp220,65 miliar.
Pemprov Kaltim menargetkan program Gratispol sepanjang 2026 dapat menjangkau sekitar 158.981 mahasiswa. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,377 triliun.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bumi Etam.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak Kaltim memiliki kesempatan kuliah tanpa terkendala biaya, sehingga masa depan generasi muda bisa lebih baik,” ujarnya. (ave)






