Muara Kaman Ulu Fokus Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Kurang Mampu

Teks : Kades Muara Kaman Ulu, Hendra

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, mengintensifkan upaya pengentasan kemiskinan dengan langkah-langkah konkret di sektor perumahan dan sanitasi. Fokus ini menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat yang masih hidup dalam kondisi serba terbatas.

Tahun 2025, Pemdes menggandeng sektor swasta dan memaksimalkan pendanaan desa untuk menyalurkan berbagai bentuk bantuan.

Prioritas utama diarahkan pada pembangunan rumah layak huni dan penyediaan fasilitas sanitasi, terutama bagi penerima bantuan sosial.

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, menegaskan bahwa pihaknya mengutamakan keluarga miskin yang masuk dalam data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Pengentasan kemiskinan berkenaan dengan sanitasi dan rumah tidak layak. Ini menjadi rumah layak,” ujarnya pada Rabu (30/7/2025).

Melalui kerja sama dengan CSR PT Baratabang, pemerintah desa berhasil membangun 12 unit sanitasi dengan nilai masing-masing Rp10 juta. Semua penerima ditentukan berdasarkan basis data resmi dari Kemensos, Dinsos, dan Perkim.

“Nilai satu WC-nya itu Rp10 juta. Penerimanya kita prioritaskan untuk keluarga penerima PKH dan BPNT,” jelas Hendra.

Tak hanya itu, sebanyak 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga mendapat bantuan dalam bentuk material bangunan, tanpa pemberian uang tunai. Setiap rumah memperoleh dukungan senilai Rp10 juta.

“Bantuannya berupa bahan-bahan bangunan, bukan uang. Tahun ini kita realisasikan 10 rumah,” tambahnya.

Pemdes juga mengalokasikan dana desa sebesar Rp40 juta untuk membangun 8 unit sanitasi tambahan. Pembangunan ini sepenuhnya bersumber dari anggaran desa.

“Dari pemerintah desa sendiri ada tambahan, sekitar 8 unit. Totalnya kurang lebih Rp40 juta,” sebutnya.

Untuk melengkapi kebutuhan infrastruktur publik, pembangunan pelantaran juga dilakukan. Pemdes menganggarkan Rp20 juta untuk perencanaan dan Rp75 juta untuk fisik pembangunan yang kini tengah berjalan.

“Kurang lebih Rp20 juta untuk perencanaan dan Rp75 juta untuk pembangunan fisik. Progresnya berjalan,” ungkapnya.

Meski menghadapi potensi defisit pada tahun anggaran mendatang, Hendra memastikan komitmen desa tetap tertuju pada kebutuhan prioritas warganya.

“Yang jelas kami prioritaskan dulu,” tutupnya. (advdiskominfokukar/zii)