Kukar Belum Miliki Gedung, Sekolah Rakyat Masih Tertahan di Tahap Persiapan

Teks : Plt. Kepala Dinsos Kukar, Yuliandris

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Harapan membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kutai Kartanegara (Kukar) masih harus menunggu. Keterbatasan sarana dan prasarana membuat pelaksanaan Sekolah Rakyat belum dapat dimulai dalam waktu dekat.

“Kita belum punya bangunan. Daerah lain yang sudah menerima siswa baru umumnya memiliki gedung eksisting seperti UPTD milik Kementerian Sosial. Sementara kita belum punya itu, kita justru tergabung dalam wilayah Temanggung dan Banjarmasin untuk operasional UPTD,” ungkap Plt. Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris Suherdiman, pada Sabtu (26/7/2025).

Kukar menjadi salah satu daerah yang ditunjuk untuk menyelenggarakan program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan dari Kementerian Sosial yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari kelompok rentan. Namun tanpa gedung operasional, pelaksanaannya masih tertahan di tahap perencanaan.

Meski demikian, Dinas Sosial Kukar terus mempersiapkan dukungan yang diperlukan, termasuk proses pendataan calon peserta.

“Tugas kita hanya sampai tahap pendaftaran. Tes dan seleksi akan dilakukan langsung oleh Kementerian Pendidikan,” jelas Yuliandris.

Berbeda dengan sekolah konvensional, Sekolah Rakyat didesain sebagai institusi pendidikan istimewa dengan pendekatan khusus. Ada tiga kurikulum yang disiapkan, masing-masing dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar anak-anak dari latar belakang keluarga miskin.

“Saat ini, Sekolah Rakyat ini adalah sekolah khusus, sekolah istimewa. Ada tiga kurikulum yang disiapkan dan pendekatan pendidikannya berbeda dari sekolah umum,” terangnya.

Program ini menjadi bagian dari kebijakan nasional pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan yang digagas oleh Presiden dan Kementerian Sosial. Pemerintah daerah hanya berperan mendukung penyelenggaraan di lapangan, termasuk urusan rekrutmen dan administrasi awal.

Meski pengelolaannya berada langsung di bawah Kementerian Sosial, Pemkab Kukar tetap berkomitmen untuk memberi dukungan penuh demi kelancaran program tersebut.

“Ini untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan istimewa, seperti yang diharapkan Presiden,” pungkasnya. (advdiskominfokukar/zii)