Jongkang Disiapkan Jadi Kota Baru, Pemerintah Kukar Siapkan Pusat Ekonomi dan Pendidikan
Teks : Penampakan Jembatan Sei Jongkang
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan langkah besar menjadikan Jongkang sebagai kawasan strategis baru di wilayah Tenggarong Seberang. Setelah jembatan Sei Jongkang rampung dan resmi dioperasikan, perhatian pemerintah kini beralih pada penataan wilayah untuk mendorong lahirnya kota baru yang terintegrasi.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa penyelesaian proyek infrastruktur di Jongkang merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk membangun kawasan ekonomi baru. Ia menyebut, wilayah ini memiliki potensi besar karena berada di jalur penghubung antara Tenggarong, Samarinda, dan Balikpapan.
“Jongkang ini sebenarnya sudah lama kita rencanakan, tapi baru sekarang bisa diwujudkan. Posisi wilayahnya sangat strategis, bisa menjadi jalur logistik baru yang menghubungkan beberapa kota besar di Kalimantan Timur,” ujar Aulia, pada Senin (3/10/2025).
Menurutnya, penyelesaian pembangunan jembatan yang tertunda selama 13 tahun menjadi langkah awal menuju pengembangan kawasan yang lebih luas. Pemerintah daerah menilai Jongkang layak dikembangkan karena memiliki lahan luas dan masih memungkinkan untuk ditata sebagai kota baru.
“Kami sudah mendesain kawasan Jongkang sebagai embrio kota baru. Sekarang kegiatan industri sudah mulai tumbuh, termasuk perkapalan dan dok kapal. Lahannya masih luas dan bisa kita kelola dengan baik,” jelas Aulia.
Rencana besar tersebut mencakup pembangunan pusat-pusat ekonomi, fasilitas publik, serta sarana pendidikan dan kesehatan. Pemerintah berupaya agar Jongkang tidak hanya menjadi jalur logistik, tetapi juga kawasan permukiman yang tertata dan mandiri.
“Kita berharap di Jongkang nanti bisa tumbuh kota baru. Bahkan sudah direncanakan pembangunan mal, sekolah internasional, dan sekolah Bhayangkari di Tenggarong Seberang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar di wilayah Jongkang telah membuka peluang investasi baru. Setelah akses terbuka, mulai banyak masyarakat dan pelaku usaha menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan lahan di sekitar kawasan tersebut.
“Sekarang di kanan-kiri jalan mulai banyak aktivitas warga, bahkan ada yang menimbun tanah dan membuka usaha. Itu tanda bahwa ekonomi mulai bergerak, masyarakat sudah melihat potensi Jongkang sebagai kawasan tumbuh,” kata Wiyono.
Terakhir, Aulia menegaskan, pembangunan Jongkang akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan tata ruang dan keberlanjutan lingkungan.
“Kita ingin kawasan ini berkembang terencana, tidak asal tumbuh. Jongkang akan jadi contoh kota baru yang modern dan produktif,” ujarnya menutup.
(Zii)






