Fenomena Quiet Luxury Kian Diminati Anak Muda, Apa Kata Penelitian?

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah maraknya tren fashion yang identik dengan logo besar dan tampilan mencolok, muncul gaya berpakaian yang justru mengedepankan kesederhanaan. Fenomena ini dikenal sebagai quiet luxury, sebuah konsep fashion yang menonjolkan kualitas, potongan pakaian yang rapi, serta desain minimalis tanpa perlu memamerkan merek secara berlebihan.

Tren quiet luxury semakin populer di kalangan anak muda dalam beberapa tahun terakhir. Gaya ini ditandai dengan penggunaan warna netral, material berkualitas, dan desain yang cenderung abadi dibanding mengikuti tren musiman yang cepat berubah.

Popularitas quiet luxury tidak lepas dari perubahan perilaku konsumen generasi muda. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sustainability menunjukkan bahwa generasi muda mulai lebih memperhatikan nilai keberlanjutan, kualitas produk, dan masa pakai pakaian dibanding sekadar simbol status yang terlihat secara langsung. Mereka cenderung memilih barang yang dapat digunakan dalam jangka panjang dan memiliki kualitas lebih baik.

Fenomena tersebut juga diperkuat oleh penelitian dari McKinsey & Company bersama The Business of Fashion yang menemukan adanya pergeseran preferensi konsumen menuju produk dengan kualitas tinggi dan desain yang lebih sederhana. Konsumen muda dinilai semakin kritis terhadap budaya konsumsi berlebihan yang selama ini mendominasi industri fashion.

Menurut para peneliti, quiet luxury bukan hanya soal pakaian mahal. Konsep ini lebih menekankan pada nilai, ketahanan produk, dan kemampuan seseorang mengekspresikan identitas tanpa harus bergantung pada logo yang mudah dikenali.

Media sosial turut memainkan peran penting dalam penyebaran tren ini. Meski tampak bertolak belakang dengan budaya pamer yang sering ditemukan di platform digital, banyak kreator konten justru mulai membagikan gaya berpakaian yang sederhana, elegan, dan fungsional.

Penelitian dalam bidang psikologi konsumen juga menunjukkan bahwa sebagian individu menggunakan fashion untuk membangun citra diri yang lebih autentik. Dalam konteks ini, quiet luxury menjadi sarana untuk menunjukkan selera dan kualitas tanpa harus mencari pengakuan secara terbuka dari lingkungan sekitar.

Selain faktor gaya hidup, kondisi ekonomi global juga menjadi salah satu alasan meningkatnya minat terhadap pakaian yang lebih tahan lama. Dibanding membeli banyak produk dengan kualitas rendah, sebagian anak muda memilih berinvestasi pada beberapa item yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa quiet luxury tidak selalu identik dengan harga yang tinggi. Banyak merek lokal maupun produk fesyen terjangkau yang mengadopsi prinsip serupa melalui desain minimalis dan penggunaan bahan yang lebih berkualitas.

Fenomena quiet luxury menunjukkan bahwa dunia fashion terus mengalami perubahan. Berbagai penelitian mengindikasikan bahwa generasi muda kini semakin menghargai kualitas, keberlanjutan, dan kesederhanaan, menjadikan gaya yang tenang namun elegan sebagai salah satu tren yang terus berkembang dalam industri mode global. (Zii)