Distanak Kukar Tegaskan Penyuluh Pertanian Jadi Kunci Ketahanan Pangan
Kegiatan Rapat Teknis Penyuluh di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong.
Kukar – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Taufik, menegaskan bahwa penyuluhan pertanian memegang peran vital dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah maupun nasional. Menurutnya, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan di masa lalu tidak terlepas dari peran aktif penyuluh yang mendampingi petani di lapangan.
“Penyuluhan pertanian itu aspek penting dalam rantai pengembangan pertanian. Kita pernah berjaya pada masa lalu karena peran penyuluh. Jadi peran mereka ini harus terus kita perkuat,” ujarnya, Selasa (19/08/2025).
Taufik menjelaskan, penyuluhan tidak hanya bertumpu pada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) berstatus PNS atau PPPK. Peran penyuluh swadaya dan pihak-pihak yang peduli pertanian juga dibutuhkan agar petani mendapat pendampingan maksimal.
Saat ini, Kukar memiliki 127 penyuluh pertanian, namun jumlah tersebut dinilai belum mencukupi. Sebagian besar di antaranya merupakan tenaga senior yang segera memasuki masa pensiun.
“Regenerasi penyuluh itu sangat penting. Kekurangan tenaga penyuluh harus dibantu dengan kehadiran penyuluh swadaya, terutama dari kalangan petani muda yang sudah berpengalaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyuluh memiliki peran strategis dalam mendukung astacita kedua pemerintah daerah, yakni penguatan swasembada pangan dan energi, serta visi Kukar Idaman Terbaik 2025–2030 yang menekankan hilirisasi pertanian.
“Penyuluh ini bukan sekadar memberikan arahan teknis, tapi juga menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata petani. Jadi mereka harus punya kesamaan langkah di semua kecamatan,” terangnya.
Taufik optimistis, penguatan peran penyuluh akan mampu mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Petani tidak bisa berjalan sendiri. Penyuluh adalah vitamin yang menjaga semangat petani agar program pertanian bisa berjalan sesuai harapan,” pungkasnya.






