Dialog Hukum dan Doa Bersama Dalam Rangka HUT KY Ke-20. & HUT RI Ke-80

KAMIS 14 AGUSTUS 2025 PKY KALTIM

Samarinda (Komisi Yudisial) – Penghubung Komisi Yudisial (KY) Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan Dialog Hukum & Doa bersama dalam rangka hari ulang tahun Komisi Yudisial Republik Indonesia yang Ke-20 dan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-80 bersama dengan tokoh masyarakat, Lurah, Babinsa, Babinkamtibmas, Siswa & Guru, Pejabat TNI & Polri, praktisi hukum Bersama dengan mahasiwa, praktisi hukum, pengurus keagamaan untuk menjaring partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan peradilan bersih, Kamis 14 Agustus 2025 di Kantor Penghubung Komisi Yudisial, Samarinda Kalimantan Timur. Acara tersebut adalah rangkaian kegiatan dialog hukum dan doa bersama dalam rangka HUT KY ke-20.

Abd. Ghafur menyampaikan Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun untuk merefleksikan kiprah Komisi Yudisial dalam dua decade mengawal peradilan bersih yang sesuai dengan kepastian hokum dan rasa keadilan.
“Berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh Komisi Yudisial berdasarkan amanah konstitusi dalam rangka Menjaga dan menegakkan kohormatan keluhuran martabat serta perilaku hakim.” Ujar Ghafur

Kegiatan selanjutnya adalah doa Bersama. Sebagai bentuk wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmatnya.
“Kita doakan juga para pendahulu kita, para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa raga mereka demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Kita sebagai pewaris bangsa tentunya berterima kasih kepada para pahlawan atas jasanya yang telah gugur di medan juang dan saat ini kita menikmati hasilnya. Semoga Tuhan menempatkan mereka pada tempat yang paling baik dan pahala jariyah terus mengalir kepada mereka. Semoga para pemimpin bangsa kita diberikan kekuatan dan pertolongan untuk dapat menjalankan tugas dan amanah dengan penuh kejujuran.”Lanjut Ghafur

Lurah Teluk Lerong, Anton menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Penghubung Komisi Yudisial atas terselenggaranya acara tersebut.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Penghubung Komisi Yudisial Kalimantan Timur atas terselenggaranya acara ini, dimana kita dapat berdialog dan bertukar pikiran terkait fenomena hukum yang sedang terjadi dan semoga Komisi Yudisial dapat eksis dalam mengawal peradilan bersih” ujar Anton.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan dokumentasi dan penyerahan plakat kepada Lurah Teluk Lerong Ulu dan Denpom Samarinda