Desa Kersik Padukan Perikanan dan Wisata Guna Tumbuhkan Ekonomi

Teks : Pantai Kersik di Kecamatan Marangkayu

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Semilir angin laut dan riak ombak di pesisir Desa Kersik tak sekadar menjadi latar kehidupan nelayan. Di balik keindahan itu, desa ini tengah menyusun strategi pembangunan ekonomi yang berpijak pada kekuatan lokal laut dan wisata.

Desa Kersik, Kecamatan Marang Kayu, memadukan sektor perikanan dan pariwisata secara terintegrasi. Langkah ini diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

“Desa ini berupaya mengoptimalkan kedua sektor tersebut agar saling mendukung dan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi warga,” ujar Kepala Desa Kersik, Jumadi, pada Kamis (31/7/2025).

Daya tarik wisata memancing yang sudah dikenal luas dan potensi laut yang melimpah menjadi keunggulan desa. Namun, kekuatan itu tak serta-merta memberi hasil tanpa pengelolaan yang bijak.

Untuk sektor perikanan, pemerintah desa menaruh perhatian besar pada keberlanjutan. Rehabilitasi ekosistem dilakukan lewat penurunan apartemen ikan dan batu karang buatan. Nelayan juga diajak meninggalkan alat tangkap merusak, seperti pukat harimau.

“Kita harus meninggalkan alat tangkap yang merusak seperti pukat harimau agar ekosistem tetap terjaga. Dengan begitu, hasil laut kita bisa berkelanjutan,” tegas Jumadi.

Di sisi lain, geliat wisata memancing terus menunjukkan pertumbuhan. Pengunjung dari Samarinda, Bontang, dan Tenggarong kian ramai berdatangan. Untuk menunjang hal ini, desa membenahi infrastruktur seperti dermaga dan melakukan pengerukan sungai agar akses wisata makin lancar.

“Jika wisata berkembang, nelayan tidak perlu jauh-jauh menjual ikan. Wisatawan yang datang tentu membutuhkan pasokan ikan segar. Ini peluang yang harus kita dorong agar ekonomi masyarakat semakin meningkat,” ungkapnya.

Menurut Jumadi, sinergi antara wisata dan perikanan akan menciptakan efek berantai. Pasokan ikan segar untuk wisatawan otomatis mendorong tumbuhnya usaha kuliner dan jasa wisata lokal.

“Hal ini tidak hanya menguntungkan nelayan, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi warga setempat, seperti kuliner berbasis hasil laut dan jasa wisata perahu,” tutupnya.
(advdiskominfokukar/zii)