Desa Bangun Rejo Dorong Ruang Publik Inklusif Lewat Pembangunan Taman Terpadu
Teks : Kepala Desa Bangun Rejo, Yuyun Porwanti
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Keterbatasan ruang publik yang layak dan mudah diakses masih menjadi persoalan di sejumlah desa. Kondisi ini juga dirasakan masyarakat Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, yang selama ini belum memiliki area terbuka untuk berkumpul, berolahraga, maupun mengembangkan usaha lokal.
Menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah desa menjadikan pembangunan taman terpadu sebagai program prioritas tahun ini.
Taman yang direncanakan berdiri di depan Balai Pertemuan Umum (BPU) Garuda itu diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan warga lintas generasi.
Kepala Desa Bangun Rejo, Yuyun Porwanti, menegaskan bahwa kehadiran taman terpadu bukan sekadar menghadirkan ruang hijau, melainkan juga wadah yang menghubungkan aspek sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
“Warga butuh tempat berkumpul yang nyaman dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Kami ingin taman ini jadi tempat belajar, berkreasi, dan juga mengembangkan usaha,” ungkapnya, Selasa (19/8/2025).
Rencana pembangunan taman mencakup fasilitas olahraga, jalur jogging, hingga ruang kreatif yang bisa digunakan untuk promosi UMKM. Desa berharap keberadaan ruang publik tersebut dapat membuka peluang pemberdayaan, terutama bagi perempuan dan pemuda.
“Banyak yang punya potensi, tapi belum punya ruang untuk berkembang. Taman ini kami harap bisa menjawab itu,” lanjut Yuyun.
Ia menambahkan, infrastruktur jalan di desa sudah hampir rampung, sehingga kini fokus diarahkan pada pembangunan sarana yang lebih dekat dengan kebutuhan sosial warga.
Meski pengajuan anggaran ke pemerintah kabupaten masih berproses, pihak desa optimistis program tersebut dapat terwujud melalui dukungan berbagai pihak.
Pemerintah desa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kukar yang dinilai konsisten mendukung pembangunan ruang publik, sejalan dengan semangat Bupati Kukar dalam mendorong desa yang inklusif dan partisipatif.
“Kami ingin taman ini jadi tempat yang terbuka bagi siapa pun, tempat tumbuh bersama dan saling mendukung,” pungkas Yuyun. (advdiskominfokukar/zii)






