Aksi ‘Ketuk Pintu Gubernur’ Digelar Warga Kaltim yang Terdampak Sengketa HGU

 

Mediamahakam.com, SAMARINDA – Sejumlah warga Kalimantan Timur yang mengaku terdampak sengketa tanah dengan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) berencana menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kaltim.

 

Aksi yang diberi tajuk “Ketuk Pintu Gubernur” ini menjadi wadah bagi masyarakat dari berbagai wilayah di Bumi Etam untuk menyampaikan keresahan terkait persoalan agraria yang hingga kini belum menemukan titik terang.

 

Koordinator aksi, Nina Iskandar, menyebut banyak warga kesulitan memperoleh kepastian hukum ketika berhadapan dengan perusahaan besar yang menguasai kawasan konsesi.

 

“Warga hanya ingin didengar dan mendapatkan keadilan atas persoalan tanah yang mereka hadapi,” tegas Nina dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/5/2026).

 

Menurut Nina, konflik agraria yang terjadi bukan sekadar persoalan administrasi kepemilikan lahan. Di lapangan, sengketa tersebut turut memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada lahan.

 

Para peserta aksi disebut akan membawa sejumlah dokumen pendukung sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada Pemprov Kaltim. Selain itu, massa juga menyiapkan spanduk dan pernyataan sikap yang akan dibacakan secara terbuka.

 

Warga berharap pemerintah daerah mengambil peran lebih aktif dalam mendorong penyelesaian konflik antara masyarakat dan perusahaan pemegang HGU.

 

“Kami berharap pemerintah hadir dan tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut,” ujarnya.

 

Panitia aksi juga membuka ruang solidaritas bagi masyarakat lain yang mengalami persoalan serupa di berbagai daerah di Kaltim. Mereka memastikan kegiatan berlangsung secara damai dengan fokus menyuarakan tuntutan penyelesaian konflik agraria. (Ave)