Budaya Midnight Snack Makin Populer di Kalangan Generasi Muda, Apa Penyebabnya?

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Kebiasaan menikmati camilan larut malam atau midnight snack semakin akrab dengan kehidupan generasi muda. Mulai dari mi instan, ayam goreng, kopi, hingga aneka makanan manis kerap menjadi teman begadang mahasiswa maupun pekerja muda.

Fenomena ini tidak hanya dipengaruhi rasa lapar, tetapi juga berkaitan dengan pola hidup modern yang semakin aktif hingga larut malam.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan makan malam atau mengonsumsi camilan pada jam-jam menjelang tengah malam lebih sering ditemukan pada kelompok usia muda dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. Sebuah kajian yang dipublikasikan di Nutrients menemukan bahwa aktivitas makan malam dan ngemil larut malam memang cenderung lebih banyak terjadi pada kalangan remaja dan dewasa muda.

Para peneliti menilai perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor utama. Jadwal kuliah, pekerjaan, hiburan digital, hingga kebiasaan mengakses media sosial membuat banyak anak muda tidur lebih larut. Akibatnya, waktu makan juga bergeser ke malam hari.

Penelitian terbaru dari tim peneliti di Amerika Serikat menemukan bahwa remaja yang tidur lebih malam cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dan lebih sering ngemil dibandingkan mereka yang memiliki jadwal tidur lebih awal. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan erat antara pola tidur dan kebiasaan makan larut malam.

Selain faktor kebiasaan, jam biologis tubuh juga berperan. Penelitian yang dipublikasikan oleh para peneliti dari Brown University menemukan bahwa ritme sirkadian atau “jam internal” tubuh dapat mendorong keinginan makan yang lebih tinggi pada malam hari, terutama pada kelompok remaja.

Bagi sebagian anak muda, midnight snack juga memiliki nilai sosial. Momen makan bersama teman saat mengerjakan tugas, bermain gim, atau sekadar mengobrol menjadi bagian dari gaya hidup yang dianggap menyenangkan. Tidak heran jika berbagai layanan pesan antar makanan tetap ramai hingga dini hari.

Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan ini perlu dilakukan secara bijak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan secara rutin pada larut malam dapat berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, gangguan metabolisme, hingga peningkatan kadar gula darah jika makanan yang dipilih tinggi kalori dan rendah nutrisi.

Penelitian lain juga menemukan bahwa semakin sering seseorang makan pada malam hari, terutama mendekati tengah malam, semakin besar risiko gangguan kesehatan metabolik dalam jangka panjang.

Namun para ahli menegaskan bahwa bukan hanya waktu makan yang penting, melainkan juga jenis makanan yang dikonsumsi. Camilan bernutrisi seperti buah, yogurt, kacang-kacangan, atau makanan tinggi protein dinilai lebih baik dibandingkan makanan ultra-proses yang tinggi gula dan lemak.

Dengan semakin berkembangnya budaya bekerja dan beraktivitas hingga malam hari, tren midnight snack diperkirakan masih akan terus bertahan di kalangan generasi muda. Tantangannya adalah bagaimana menikmati camilan larut malam tanpa mengabaikan kesehatan tubuh dan kualitas tidur. (Zii)