USO Hadir di Samarinda Usung Konsep Eksklusif dan Eksplorasi Ide Tanpa Batas

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Brand clothing lokal USO (Unidentified Special Object) resmi diperkenalkan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sejak 27 Januari 2026. Mengusung konsep eksklusif dengan produksi terbatas, brand ini hadir sebagai alternatif di tengah dominasi industri fashion massal.

Salah satu founder USO, Nabil Akbar, mengatakan bahwa sejak awal brand ini tidak hanya berfokus pada desain, tetapi juga pesan yang ingin disampaikan dalam setiap rilisan.

“Rilisan pertama kami menceritakan tentang empat orang yang melampaui batas diri mereka sendiri di tengah keterbatasan. Kami mengutip sedikit dalil hukum pidana ‘Nullum delictum nulla poena sine praevia lege poenali’, yang kurang lebih berarti tidak ada sesuatu yang bisa menghalangi kecuali ada aturan yang mendahului. Dari situ kami tarik makna: jangan pernah berhenti sebelum Anda dilarang,” ujarnya pada Selasa (14/04/26).

USO menegaskan identitasnya sebagai brand eksklusif dengan jumlah produksi yang sangat terbatas. Pada rilisan pertama, mereka hanya memproduksi 15 potong baju sebagai upaya menjaga nilai eksklusivitas dan kualitas produk.

Strategi limited edition tersebut menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi kalangan anak muda yang menginginkan produk unik dan tidak pasaran. Dalam waktu dekat, USO juga berencana merilis koleksi kedua dengan konsep berbeda.

“Kami tidak ingin terjebak dalam satu gaya. Setiap rilisan adalah cerita baru, konsep baru,” kata Nabil.

Lebih jauh, USO lahir bukan sekadar sebagai lini pakaian, tetapi sebagai medium ekspresi. Para pendirinya ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari arus utama industri fashion.

Filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam desain yang sarat makna, menjadikan setiap produk sebagai representasi gagasan, bukan hanya sekadar pakaian.

Nama USO sendiri, Unidentified Special Object, diangkat sebagai simbol kebebasan bereksperimen. Konsep ini memungkinkan setiap koleksi hadir dengan pendekatan yang berbeda, mulai dari satir hingga kemungkinan eksplorasi ke arah streetwear.

Di balik perjalanan awal ini, para pendiri membawa harapan besar bagi perkembangan brand maupun generasi muda.

“Kami ingin terus mengingatkan bahwa jangan pernah berhenti mencoba sebelum Anda dilarang. Tuangkan ide-ide kreatif dalam bentuk apa pun, karena dengan mencoba, kita tahu bagaimana dunia bekerja,” tutur Nabil.

Ia juga berharap USO dapat terus berkembang dan mampu bersaing di tengah ketatnya industri fashion.

“Harapan saya, brand ini bisa terus maju. Saya dan teman-teman juga ingin terus berpikir kreatif dalam mengelola USO ke depan,” ujarnya.

Sebagai informasi, rilisan terbaru dan perkembangan brand USO dapat dipantau melalui akun Instagram resmi mereka, @uso_co. (Zii)