Desa Terima Tagihan Internet GratisPol, Pemprov Sebut Salah Teknis Provider
Teks Foto: Penyaluran Orbit Telkom program GratisPol Internet Desa dari Pemprov Kaltim untuk 29 Desa di Kukar pada Oktober 2025 lalu
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Program Internet Desa GratisPol yang digadang menjadi tulang punggung transformasi digital di Kalimantan Timur justru memunculkan kebingungan di lapangan.
Sejumlah desa penerima melaporkan adanya tagihan biaya internet, padahal program tersebut dijanjikan gratis oleh Gubernur H Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Kepala Desa Kembang Janggut, Ardiansyah, mengaku terkejut saat menerima tagihan bulanan atas perangkat Orbit Telkomsel yang dipasang Pemprov Kaltim pada Oktober 2025.
“Kami kaget kok ada tagihan. Padahal kan GratisPol. Karena itu, perangkatnya kami cabut lagi,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Tak hanya soal tagihan, Ardiansyah juga menilai kapasitas perangkat yang dipasang tidak memadai untuk kebutuhan operasional kantor desa.
“Speknya tidak cukup untuk kantor desa. Jadi tidak kami lanjutkan,” tegasnya.
Meski perangkat telah dilepas, tagihan tetap masuk ke pemerintah desa. Namun ia memilih untuk tidak menindaklanjutinya.
“Tapi saya tidak hiraukan,” katanya.
Hingga kini, pihak desa mengaku belum melakukan koordinasi dengan Pemprov Kaltim untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal tidak menampik adanya laporan serupa dari sejumlah desa. Ia menyebut tagihan tersebut muncul akibat kesalahan teknis dari pihak provider.
“Memang sering kami dengar laporan itu. Provider yang mengirimnya,” ujarnya.
Faisal menegaskan desa tidak perlu membayar tagihan tersebut karena seluruh biaya langganan menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim.
“Tidak usah dibayar. Program ini tetap gratis. Mungkin ada kesalahan teknis di Telkom,” tegasnya.
Pemprov juga memastikan jaringan tidak akan diputus meski desa tidak membayar tagihan yang salah alamat itu. Diskominfo mencatat perangkat internet telah dipasang di 803 desa sejak 2025 dan seluruh tagihannya telah dibayarkan hingga Desember tahun lalu.
Untuk 2026, layanan Internet Desa GratisPol akan diaktifkan kembali secara bertahap mulai Februari dan ditargetkan berjalan penuh pada Maret.
“Mulai Februari bertahap kita aktifkan, dan Maret ditargetkan selesai semua,” ujar Faisal. (Zii)






