Saat Semangat Menyalip Keterbatasan di Porwada Bontang

Teks : Kontingen Kukar pada Porwada 2025 di Kota Bontang

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah persiapan yang serba terbatas, para wartawan Kutai Kartanegara membuktikan bahwa semangat juang tak pernah mengenal kata kalah. Dari arena Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) 2025 di Kota Bontang, kabar membanggakan datang, kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kukar berhasil menembus posisi tiga besar dengan torehan tujuh medali.

Capaian itu menjadi langkah maju dari tahun sebelumnya, ketika Kukar masih bertengger di posisi kelima. Sebuah peningkatan yang lahir bukan dari kemewahan fasilitas, melainkan dari tekad dan kebersamaan.

“Alhamdulillah, target tiga besar yang ditetapkan sudah berhasil terwujud. Ini memperbaiki peringkat Kukar dari sebelumnya tahun 2024 ada di peringkat empat,” ujar Ketua PWI Kukar, Bambang Irawan, Senin (21/10/2025).

Ia mengakui, perjuangan itu tidak mudah. Banyak hal yang harus dihadapi di luar lapangan, mulai dari persiapan yang terbatas hingga pembagian waktu antara kerja jurnalistik dan latihan.

“Saya mengapresiasi teman-teman yang sudah bertanding penuh semangat walaupun dengan keterbatasan dan persiapan yang belum terlalu maksimal,” ucapnya.

Satu per satu cabang olahraga menjadi saksi kerja keras insan pers Kukar. Yasin Handayan mengibarkan nama daerah dengan medali emas dari esport eFootball perorangan. Di belakangnya, deretan peraih perak menambah gemerlap prestasi : Andi Wibowo dari catur perorangan, tim eFootball yang diperkuat Yasin Handayan dan Angga Triadi, serta Salehuddin (Ale) dari cabang jurnalistik fotografi. Sementara itu, tiga perunggu juga tak kalah berarti. Dari cabang jurnalistik videografi, Erlita Budiarti menambah daftar prestasi. Lalu Muhammad Rafi’i menyumbang medali dari jurnalistik karya tulis, disusul tim esport PUBG yang beranggotakan Aldi Budiaris, Angga Triadi, Supri Yadha, Muhammad Jaini Rasyid, dan Syaiful Aulia.

Lebih dari sekadar medali, Porwada Bontang menjadi arena yang memperlihatkan daya tahan dan solidaritas wartawan Kukar. Mereka bukan hanya membawa kamera, pena, atau mikrofon, tetapi juga semangat untuk mengharumkan nama daerah. Bambang berharap semangat itu tidak berhenti di Bontang.

“Berharap tahun depan di Balikpapan bisa memperbaiki perolehan medali,” katanya menutup dengan senyum, seolah menandai babak baru perjuangan yang akan datang.

(Zii)