Pemkab Kukar Salurkan 333 Sapi Bali untuk Kelompok Ternak di 2025
Penyerahan Bantuan Ternak Sapi.
Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) kembali menyalurkan bantuan ternak sapi Bali kepada kelompok tani-ternak. Tahun 2025 ini, total ada 333 ekor sapi yang akan didistribusikan ke sejumlah kecamatan.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman, mengatakan bantuan tersebut bersumber dari dua mekanisme pendanaan, yakni APBD Top Down dan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
“Untuk APBD Top Down jumlahnya 234 ekor, terdiri dari 58 jantan dan 184 betina. Ini akan dibagikan kepada 25 kelompok di 10 kecamatan. Sementara untuk Pokir ada 99 ekor, terdiri dari 13 jantan dan 66 betina, yang akan disebar ke 7 kelompok di 5 kecamatan,” jelas Aji, pada Selasa (01/09/2025).
Sapi bantuan didatangkan dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan kini masih dalam proses karantina kesehatan hewan. Hewan ternak tersebut dipastikan bebas dari penyakit menular berbahaya seperti brucellosis dan jembrana.
Menurut Aji, setelah karantina selesai, sapi akan diserahkan ke kelompok penerima dengan masa garansi tujuh hari dari penyedia. Jika dalam periode itu ada sapi yang mati, maka akan diganti sesuai jenis dan kelamin.
“Selama masa garansi, sapi ditempatkan di kandang koloni di bawah pengawasan bersama anggota kelompok. Setelah itu barulah bisa dipelihara di kandang masing-masing. Petugas kesehatan hewan juga akan terus melakukan pemantauan,” ujarnya.
Ia menambahkan, populasi sapi di Kukar saat ini diperkirakan mencapai 18 ribu ekor. Jumlah tersebut masih dalam tahap pengembangan sehingga daerah ini belum bisa memenuhi kebutuhan bibit secara mandiri dan harus mendatangkan dari luar daerah.
Aji menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi. Kelompok ternak yang berhasil mengembangkan bantuan akan mendapatkan dukungan tambahan, baik berupa pakan, peralatan, maupun pejantan pemacak baru untuk menghindari risiko inbreeding.
“Kalau kelompok mampu berkembang, tentu akan ada support lagi. Tapi kalau tidak bisa berkembang, biasanya tidak lagi mendapat bantuan tambahan,” tegasnya.






