Sebulu Kekurangan Penyuluh Pertanian, Harapkan Program 1 Desa 1 Penyuluh
Ilustrasi Lahan Pertanian di Kukar.
Kukar – Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki 155 kelompok tani dan 14 gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang tersebar di seluruh desa. Seluruh Gapoktan ini tercatat aktif dalam mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sebulu, Iwan Setiawan, mengatakan sejauh ini aktivitas pertanian di wilayahnya berjalan sebagaimana mestinya. Namun, ia mengakui masih ada kendala dalam jumlah tenaga penyuluh.
“Untuk Kecamatan Sebulu sampai hari ini ada 155 kelompok tani. Untuk Gapoktan, satu desa satu Gapoktan, semuanya sudah terbentuk. Karena ada 14 desa, maka ada 14 Gapoktan, dan semuanya aktif,” jelas Iwan, pada Sabtu (30/08/2025).
Ia menambahkan, dari 14 desa yang ada di Sebulu, hanya terdapat 6 penyuluh aktif. Kondisi ini membuat sebagian penyuluh harus merangkap pendampingan di 2 hingga 3 desa sekaligus.
“Kendalanya, dari 14 desa hanya ada 6 penyuluh. Jadi ada penyuluh yang harus merangkap 2 sampai 3 desa. Ini catatan tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Menurut Iwan, idealnya setiap desa memiliki satu penyuluh agar program pemerintah pusat maupun daerah bisa berjalan maksimal. Ia pun berharap agar kebijakan 1 desa 1 penyuluh dari Kementerian Pertanian dapat segera direalisasikan.
“Harapan kami ke depan, program 1 desa 1 penyuluh dari kementerian bisa terrealisasi, supaya kinerja penyuluh lebih maksimal dalam mendukung ketahanan pangan,” kata Iwan.
Selain tanaman pangan, Kecamatan Sebulu juga memiliki potensi besar di sektor hortikultura, buah-buahan, perkebunan, hingga peternakan. Dengan dukungan penyuluh yang memadai, ia optimistis potensi tersebut dapat semakin dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.






