Sebulu Masuk Enam Besar Penyumbang Pangan di Kukar, Padi dan Hortikultura Jadi Andalan
Koordinator BPP Kecamatan Sebulu, Iwan Setiawan.
Kukar – Kecamatan Sebulu menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Kutai Kartanegara (Kukar). Dari total kecamatan di Kukar, Sebulu kini menempati peringkat enam sebagai penyumbang pangan terbesar.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sebulu, Iwan Setiawan, mengatakan komoditas unggulan di wilayah ini terdiri dari tanaman pangan dan hortikultura.
“Sampai hari ini, unggulan kita adalah tanaman pangan padi sawah kurang lebih 1.400 hektare. Kemudian hortikultura ada sekitar 800 hektare. Jadi ada dua komoditas unggulan yaitu padi sawah dan hortikultura sayuran,” jelas Iwan, pada Jumat (29/08/2025).
Menurut Iwan, dua sektor ini menjadi tumpuan utama bagi petani Sebulu. Padi sawah berperan menjaga ketersediaan pangan pokok, sementara hortikultura menyokong kebutuhan sayur-mayur bagi masyarakat. Kombinasi keduanya membuat Sebulu tidak hanya berkontribusi bagi Kukar, tetapi juga mendukung pasokan pangan untuk Kalimantan Timur secara umum.
“Kalau bicara padi, Sebulu sudah lama dikenal sebagai salah satu daerah produksi. Sementara hortikultura kita berkembang pesat, ada sayuran-sayuran yang mampu bersaing dengan daerah lain. Jadi ke depan dua sektor ini akan tetap jadi prioritas pengembangan,” tambah Iwan.
Ia menjelaskan, posisi Sebulu sebagai salah satu penyumbang pangan terbesar tentu memberi peluang besar dalam program kemandirian pangan daerah. Terlebih, Kukar kini diarahkan menjadi salah satu penyangga utama logistik pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita melihat peran Sebulu akan semakin penting. Dengan adanya IKN, kebutuhan pangan akan meningkat. Maka yang sudah jadi unggulan ini harus terus ditingkatkan agar masyarakat petani juga mendapatkan manfaat ekonomi,” katanya.
Selain padi dan hortikultura, Iwan menambahkan bahwa Sebulu masih memiliki potensi lain di sektor perkebunan, buah-buahan, hingga peternakan. Namun, penguatan pada dua komoditas utama tetap menjadi fokus untuk memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.
“Potensi kita besar, hanya tinggal bagaimana mengelolanya. Dengan pendampingan, bantuan, dan perhatian pemerintah, kita yakin Sebulu bisa lebih berkontribusi bagi Kukar maupun Kalimantan Timur,” pungkasnya.






