Kades Sumber Sari: Pemuda Lebih Tertarik Tambang Ketimbang Bertani
Kades Sumber Sari, Sutarno.
Kukar – Kepala Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Sutarno, menyoroti minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, khususnya tanaman pangan. Menurutnya, banyak pemuda lebih memilih bekerja di sektor pertambangan karena hasil yang lebih cepat diperoleh.
“Tapi kalau kita di tanaman pangan ini, harus bekerja berkotor-kotor dulu, nanti tiga atau empat bulan baru mendapatkan hasil. Rata-rata anak yang baru lulus sekolah lebih tertarik bekerja di perusahaan,” ujar Sutarno, Rabu (27/08/2025).
Ia menjelaskan, pertanian padi sawah saat ini jarang digeluti anak muda. Namun, ada sebagian pemuda yang masih tertarik pada hortikultura, terutama tanaman sayur-sayuran, karena penghasilan lebih cepat dirasakan dan bisa dijalankan dengan metode modern seperti hidroponik.
“Pemuda saat ini memang agak kurang khususnya di pertanian padi sawah. Tetapi kalau hortikultura masih ada yang mau terjun, karena penghasilannya lumayan,” tambahnya.
Menurut Sutarno, pola pikir generasi muda cenderung menginginkan hasil instan. Mereka lebih memilih pekerjaan yang bisa memberikan gaji bulanan ketimbang menunggu masa panen.
“Petani muda kita untuk tanaman pangan memang cukup susah dicari, paling ada satu dua saja. Kebanyakan lebih suka yang instan, bekerja sekarang bulan depan sudah dapat penghasilan,” jelasnya.
Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri bagi Desa Sumber Sari. Ia berharap ke depan ada upaya lebih untuk menarik minat pemuda agar mau kembali melihat potensi besar yang ada di sektor pertanian.






