Edi Damansyah Kembali Pimpin KTNA Kukar, Fokus Perkuat Kelembagaan dan Regenerasi Petani

Ketua KTNA Kukar, Edi Damansyah saat dilantik.

Kukar – Untuk ketiga kalinya, Edi Damansyah dipercaya memimpin Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2030. Pelantikan pengurus baru digelar dengan melibatkan perwakilan dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

Dalam arahannya, Edi menegaskan bahwa fokus utama kepengurusan lima tahun ke depan adalah memperkuat organisasi, khususnya dari sisi kelembagaan.

“Saya kembali dipercaya memimpin KTNA Kutai Kartanegara. Fokus kami lima tahun ke depan adalah memperkuat organisasi, terutama dari sisi kelembagaan,” ujar Edi, pada Senin (25/08/2025).

Ia menjelaskan, meski KTNA sudah bersifat permanen, namun keanggotaannya berasal dari kelompok-kelompok tani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan). Kondisi di lapangan menunjukkan masih ada kelompok tani yang aktif, sebagian kurang aktif, bahkan ada yang tidak aktif sama sekali.

“Inilah yang menjadi pekerjaan jangka pendek kami. Selain itu, pembaruan data kelompok tani juga penting karena setiap program pemerintah berbasis pada data kelompok dan penerimanya,” kata Edi.

Menurutnya, data yang valid akan sangat menentukan keberhasilan program. Hal ini termasuk dalam penyaluran bantuan dari pemerintah yang harus jelas mengenai calon lokasi, calon petani, hingga penerimanya.

Edi juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Saat ini, sebagian besar petani berusia 60 hingga 70 tahun, sehingga KTNA menyiapkan bidang khusus untuk pengembangan pemuda tani.

“Tantangan terbesar adalah mengubah mindset anak muda bahwa bertani tidak lagi identik dengan lumpur dan kerja kasar, melainkan dengan manajemen dan teknologi. Ke depan, peran anak-anak muda inilah yang akan memperkuat sektor pertanian,” tegasnya.

Dengan struktur kepengurusan yang sudah terbentuk lengkap hingga ke desa, Edi optimis KTNA akan semakin maksimal menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Ia berharap kebijakan prioritas pemerintah benar-benar memberikan manfaat langsung bagi petani, nelayan, dan peternak.

“KTNA terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten melalui dinas terkait, serta bersinergi dengan TNI dan Polres. Kolaborasi ini penting karena semua pihak punya tugas mengawal ketahanan pangan, baik di level nasional maupun daerah,” tutupnya.