Kukar Gelar Rapat Teknis Penyuluh Pertanian, Fokus pada Penguatan Kompetensi dan Pendampingan Petani
Kabid Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Erwin Suryawirawan.
Kukar – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Teknis (Raktek) Penyuluh Pertanian di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Agustus 2025, dan diikuti seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kukar.
Kepala Bidang (Kabid) Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Erwin Suryawirawan menjelaskan, rapat teknis ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk melakukan pendataan kebutuhan kelompok tani, melengkapi administrasi, serta menyamakan persepsi terkait program pendampingan.
“Data yang sudah didapat akan kita olah pada saat raktek tadi, sebagai penyamaan pendapat. Dari situ bisa dijadikan dasar pembinaan dan pendampingan yang akan dilakukan tahun berikutnya,” ujar Erwin, pada Rabu (20/08/2025).
Ia menambahkan, pendampingan yang dilakukan oleh PPL di lapangan mencakup pelatihan hingga pembimbingan langsung kepada petani. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kapasitas sekaligus produktivitas pertanian masyarakat Kukar.
“Di Dinas Pertanian ada bidang usaha penyuluhan. Kami punya program pengembangan kelembagaan petani, mulai dari sekolah lapang hingga pembinaan kelembagaan. Harapannya, kebutuhan petani bisa tersampaikan dengan baik lewat pendampingan PPL,” jelasnya.
Kegiatan tahun ini, kata dia, merupakan agenda dari APBD murni tahun 2025. Pada hari pertama, 19 Agustus, raktek diisi narasumber dari berbagai stakeholder terkait, seperti sektor perkebunan dan ketahanan pangan, yang memberikan penguatan materi untuk mendukung tugas penyuluh di lapangan.
Untuk saat ini, Erwin menyebutkan, saat ini Kukar memiliki 19 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan total 135 penyuluh yang tersebar di seluruh kecamatan. Ia berharap, raktek ini dapat meningkatkan kompetensi sekaligus membuka ruang bagi para penyuluh untuk saling bertukar pengalaman.
“Harapannya tentu ada penguatan, baik peningkatan kompetensi maupun tukar pengalaman antarpenyuluh. Jadi bukan hanya teori, tapi juga praktik lapangan yang bisa diadopsi bersama,” pungkasnya.






