PPL Jadi Garda Terdepan Perkuat Produktivitas Pertanian di Kukar

Kepala Distanak Kukar, Muhammar Taufik.

Kukar – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dinilai memiliki peran vital dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui pendampingan dan pengawasan langsung, PPL menjadi ujung tombak untuk memastikan aktivitas petani berjalan optimal.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menegaskan keberadaan PPL tidak bisa dilepaskan dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kalau petani tidak menanam, sekeras apa pun kita berupaya, hasilnya tidak akan maksimal. Makanya perlu kontrol dan pendampingan dari PPL,” ujar Taufik, Senin (11/08/2025).

Menurutnya, tugas PPL tidak hanya sebatas memberikan arahan teknis, tetapi juga memastikan bantuan yang disalurkan pemerintah, seperti bibit dan pupuk, benar-benar digunakan sesuai kebutuhan. Dengan cara itu, efektivitas program dapat terukur secara nyata.

Lebih lanjut, Taufik menjelaskan bahwa penyuluh juga berperan penting dalam menyampaikan kondisi riil petani di lapangan. Informasi yang diberikan PPL menjadi bahan pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan, baik terkait sarana produksi maupun pengelolaan lahan.

“PPL itu sekaligus jembatan komunikasi. Mereka yang tahu kondisi nyata petani kita. Jadi setiap laporan dari penyuluh menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun langkah kebijakan,” ungkapnya.

Pemerintah daerah, kata Taufik, terus memperkuat peran PPL melalui peningkatan kapasitas dan dukungan fasilitas agar lebih maksimal mendampingi petani di berbagai kecamatan. Ia juga menekankan pentingnya peran PPL sebagai agen perubahan, yang mendorong petani mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan.

“Kalau pendampingan kuat, petani pun lebih semangat dan percaya diri. Itu yang kita inginkan, bagaimana PPL menjadi motivator sekaligus pengawas di lapangan,” tegasnya.

Dengan penguatan peran PPL, Distanak Kukar optimistis target peningkatan produksi pertanian bisa tercapai. Terlebih, Kukar memiliki potensi lahan yang luas dan subur, tinggal bagaimana dikelola dengan tepat dan berkelanjutan.