Warga Liang Ulu Desak Pembangunan Jalan Penghubung Desa

Teks : Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali menekankan pentingnya pembangunan jalan penghubung menuju Desa Kota Bangun Ilir.

Infrastruktur dasar ini dianggap kebutuhan mendesak karena menyangkut mobilitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi, menyebut akses tersebut telah lama diusulkan, termasuk melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kecamatan, agar dapat diprioritaskan dalam program pembangunan Kabupaten Kukar tahun anggaran 2026.
“Akses ini sangat penting, karena menghubungkan antarwilayah. Kami tidak punya banyak pilihan jalan, dan jalur lama, yakni Jalan Awang Long di pinggir sungai, sudah tidak digunakan lagi,” jelasnya, Selasa (19/8/2025).

Sejak jalur lama ditinggalkan, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit dilalui. Dampaknya dirasakan langsung, mulai dari distribusi barang yang terhambat, keterlambatan layanan pendidikan, hingga kesulitan penanganan darurat kesehatan.

Kondisi ini bukan persoalan baru. Menurut Mulyadi, usulan pembangunan jalan sudah diajukan berulang kali, tetapi hingga kini belum mendapatkan respons di tingkat kabupaten.
“Kami perlu akses yang layak untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tegasnya.

Harapan warga tetap sama, agar pembangunan segera dimulai. Mereka menilai infrastruktur penghubung itu akan membuka lebih banyak peluang usaha serta memperlancar aktivitas sehari-hari.

Mulyadi menambahkan, masyarakat siap terlibat mendukung proses pembangunan melalui semangat gotong royong apabila program tersebut segera dijalankan.
“Kami ingin pembangunan jalan ini jadi prioritas Kukar pada 2026. Kalau bisa dimasukkan dalam RPJMD atau program infrastruktur dasar, tentu manfaatnya sangat besar untuk masyarakat kami,” ungkapnya.

Baginya, konektivitas jalan yang baik bukan hanya soal akses, tetapi juga kunci kemajuan desa.
“Kami hanya ingin akses yang lebih baik, supaya kehidupan warga bisa lebih maju,” tutup Mulyadi. (advdiskominfokukar/zii)