Efisiensi Anggaran Tidak Akan Singkirkan Pariwisata Kukar
Teks : Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan upaya efisiensi anggaran tidak mengurangi perhatian terhadap sektor pariwisata. Langkah pengetatan justru diarahkan agar dana pembangunan digunakan lebih tepat sasaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menegaskan bahwa pariwisata masih menjadi salah satu prioritas utama daerah.
“Efisiensi itu tentu akan diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang memang mendukung target pembangunan pemerintah daerah. Pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian adalah bidang-bidang prioritas yang ingin dikembangkan di Kukar,” jelasnya, Senin (18/8/2025).
Menurutnya, penghematan tidak berarti memangkas seluruh kegiatan, melainkan menyeleksi program agar benar-benar berdampak pada masyarakat.
Dukungan anggaran tetap diperlukan, terutama untuk penyelenggaraan event budaya dan pariwisata yang terbukti mampu menggerakkan perekonomian lokal.
Arianto menyebutkan, kegiatan berbasis budaya bisa menjadi motor penggerak baru bagi Kukar, sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke publik yang lebih luas. Namun pelaksanaannya harus realistis dan menyesuaikan kemampuan fiskal pemerintah.
“Event-event budaya dan pariwisata sangat penting untuk mendorong pertumbuhan sektor ini. Namun tentu kita harus bicara rasional dan realistis, melihat kemampuan anggaran kita, terutama nanti di tahun 2026,” terangnya.
Seiring dengan potensi keterbatasan fiskal, Dinas Pariwisata akan lebih selektif dalam menyusun program kerja. Diskusi mengenai porsi anggaran akan dibahas bersama pimpinan daerah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dengan tetap mengacu pada skala prioritas pembangunan.
Ia menambahkan, langkah efisiensi tidak dimaksudkan untuk menutup peluang pengembangan destinasi, melainkan mengarahkan agar kegiatan yang dilaksanakan benar-benar strategis dan berkelanjutan.
Meski ada penyesuaian, Arianto optimistis sektor pariwisata tetap mendapat perhatian.
“Yang pasti kami siap menyesuaikan dan mendukung kebijakan efisiensi,” katanya.
Harapan itu ditegaskannya kembali agar pariwisata tidak kehilangan ruang dalam perencanaan pembangunan.
“Kami tetap berharap sektor-sektor prioritas seperti pariwisata tetap mendapat porsi perhatian dalam penyusunan anggaran ke depan,” pungkasnya. (advdiskominfokukar/zii)






