Homestay Percontohan di Hulu Mahakam Disiapkan untuk Dorong Desa Wisata
Teks : Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) menyiapkan pembangunan homestay percontohan di kawasan hulu Sungai Mahakam.
Program ini dimulai di Desa Pela dan Muara Enggelam, sebagai langkah strategis untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat.
“Unit homestay yang akan dibangun merupakan bangunan baru di lingkungan Museum Nelayan Desa Pela. Ini bertujuan memberikan gambaran nyata tentang standar fisik dan layanan homestay yang ideal,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta, Senin (18/8/2025).
Ridha menegaskan, pembangunan ini berbeda dari konsep konvensional homestay yang biasanya hanya memanfaatkan rumah warga. Melalui model baru, pengunjung tidak hanya mendapat tempat tinggal, tetapi juga pengalaman langsung bersama masyarakat lokal.
Wisatawan nantinya bisa menikmati sajian makanan rumahan, ikut serta dalam aktivitas harian masyarakat, hingga mengenal tradisi dan kehidupan setempat lebih dekat.
Dengan demikian, homestay tidak sekadar fasilitas, tetapi sarana mempertemukan budaya lokal dengan pengalaman wisata.
Menurut Ridha, homestay percontohan juga berfungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat sekitar. Warga akan dilatih mendesain ruang sesuai standar, memberikan pelayanan yang ramah, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan tamu.
“Program ini sejalan dengan upaya Dispar Kukar membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan keterlibatan masyarakat langsung, manfaat ekonomi akan lebih merata,” tambahnya.
Ia menjelaskan, saat ini proyek masih dalam tahap perencanaan teknis. Namun, jika berhasil, konsep homestay ini akan diperluas ke desa-desa lain yang memiliki potensi wisata.
Langkah ini diharapkan mampu menjadikan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat tidak berhenti sebagai slogan semata, melainkan hadir dalam praktik nyata yang mendukung kesejahteraan warga.
“Kami ingin mendorong desa wisata agar mampu mandiri dalam mengelola penginapan dengan standar baik, yang berdampak positif bagi perekonomian lokal,” tutup Ridha. (advdiskominfokukar/zii)






