Permukiman Warga Terancam, Pemerintah Desa Minta Waspada Retakan Tanah
Teks : Keretakan tanah di Kota Bangun Ulu
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Awalnya hanya tampak retakan kecil di badan jalan dan pekarangan rumah. Namun dalam waktu singkat, kondisi itu berkembang menjadi fenomena pergeseran tanah yang signifikan di RT 014 dan RT 015, Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, sejak Selasa (5/8/2025).
“Retakannya cukup dalam dan lebar, terutama di sekitar rumah-rumah yang berdiri di bantaran sungai. Kami sudah meminta warga untuk mengurangi aktivitas di area tersebut demi keselamatan,” ujar Kepala Desa Kota Bangun Ulu, Aroel Dhamank, saat dikonfirmasi pada Kamis (7/8/2025).
Sejumlah rumah panggung warga mengalami penurunan tanah secara drastis. Retakan juga menjalar ke kolong rumah dan akses jalan menuju jembatan baru, yang merupakan penghubung utama antar-RT. Kerusakan ini memicu kekhawatiran luas di kalangan warga.
Pemerintah desa bergerak cepat. Koordinasi dengan ketua RT dan perangkat desa dilakukan untuk mendata rumah terdampak serta memetakan lokasi-lokasi rawan yang perlu diawasi ketat. Tindakan ini dilakukan sembari menunggu kajian teknis dari pihak kecamatan dan BPBD Kukar.
Fenomena ini diyakini bukan terjadi secara tiba-tiba. Aroel menjelaskan, tanah yang sempat mengering di musim kemarau kini melunak akibat perubahan kelembaban, menyebabkan lapisan tanah menjadi labil. Ditambah beban bangunan, pergeseran pun tidak terelakkan.
“Ini bukan kejadian pertama, tapi kali ini dampaknya lebih luas. Warga diminta waspada dan tidak membangun tambahan bangunan di wilayah yang sudah retak,” tegas Aroel.
Sebagai upaya tanggap awal, pemerintah desa telah memasang tanda peringatan, membatasi lalu lintas di titik rawan, serta memberikan edukasi kepada warga terkait risiko lanjutan yang mungkin terjadi.
Langkah strategis juga tengah disiapkan. Aroel mengatakan, pihaknya akan mengajukan laporan resmi ke pemerintah kabupaten agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kami akan terus pantau dan ambil langkah terbaik demi keselamatan bersama,” tutup Aroel. (advdiskominfokukar/zii)






