Pertanian Bukan Lagi Pekerjaan Kotor tapi Peluang Investasi yang Menjanjikan
Petani lagi menguruk tanak menggunakan mesin.
Kukar – Sektor pertanian kini semakin terbuka bagi generasi muda yang ingin membangun usaha mandiri dengan potensi penghasilan kompetitif. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan penyuluh, pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional yang kotor dan berat.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Loa Kulu, Mulyadi, mendorong kawula muda untuk tidak ragu menekuni bidang ini. Menurutnya, pendapatan dari pertanian bisa disesuaikan dengan target dan semangat kerja petaninya sendiri.
“Penghasilan kita tidak kalah dengan pegawai yang ada di kantor. Karena pertanian itu tergantung diri kita, mau berpendapatan berapa,” ujar Mulyadi, pada Rabu (23/07/2025).
Ia menegaskan bahwa peluang di sektor pertanian masih sangat terbuka, apalagi jika dijalankan secara berkelompok dan mendapat bimbingan langsung dari tenaga penyuluh. Sistem kerja juga sudah jauh berkembang dibandingkan masa lalu.
“Kita sudah tidak kayak zaman dulu pakai cangkul atau bajak ditarik sapi. Sekarang sudah modernisasi, mesin yang jalan,” jelasnya.
Selain sebagai sumber penghasilan, Mulyadi menyebut pertanian juga merupakan bentuk investasi jangka panjang, terutama untuk menjamin ketersediaan pangan di masa depan.
Dengan pendekatan yang tepat, sektor ini tak hanya menjanjikan secara ekonomi tetapi juga strategis secara nasional.
“Pertanian ini bukan tempat kerjaan yang kotor saja, tapi ini investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan,” katanya.
Ia pun mengajak generasi muda, khususnya petani milenial, untuk mengambil peran lebih besar dalam mendorong transformasi pertanian ke arah yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Makanya kita sebagai petani milenial atau teman-teman muda ini harus menyiapkan diri. Peluangnya masih sangat besar,” tutupnya.






