Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian di Loa Kulu
Koordinator BPP Kecamatan Loa Kulu, Mulyadi
Kukar – Modernisasi pertanian dinilai semakin mendesak seiring berkurangnya jumlah petani usia tua di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar). Situasi ini mendorong upaya percepatan regenerasi melalui pelibatan aktif generasi muda dalam pengelolaan sektor pertanian.
Menurut Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Loa Kulu, Mulyadi, solusi jangka panjang harus diarahkan pada penguatan peran petani milenial. Kelompok ini dianggap lebih adaptif terhadap teknologi dan berpotensi besar dalam mendorong efisiensi serta produktivitas.
“Untuk modernisasi tetap diperlukan sekarang karena dari petani-petani kita yang sudah tua itu sudah mulai kekurangan. Petani kita kurang,” ungkap Koordinator BPP Loa Kulu, Mulyadi, pada Selasa (22/07/2025).
Ia menjelaskan bahwa generasi petani senior mulai menunjukkan penurunan baik dari sisi jumlah maupun kemampuan kerja di lapangan.
Karena itu, regenerasi tidak bisa ditunda dan perlu difokuskan pada kalangan muda yang masih memiliki semangat dan daya serap tinggi terhadap teknologi pertanian.
“Makanya kita ke milenial, yang kita utamakan tetap ke milenial,” ujarnya.
Modernisasi alat dan sistem pertanian tidak akan berjalan optimal jika tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia.
Menurut Mulyadi, hanya petani milenial yang saat ini dianggap mampu mengoperasikan alat pertanian modern secara maksimal.
“Karena yang bisa menjalankan modernisasi pertanian yaitu petani milenial,” tegasnya.
Ia berharap peran serta generasi muda dalam pertanian bisa terus diperkuat melalui pelatihan, pendampingan, dan kemitraan dengan pemerintah.
“Tanpa dukungan yang berkelanjutan, upaya modernisasi hanya akan menjadi wacana tanpa dampak riil di lapangan,” tandasnya.






