Suraji Ajak Generasi Muda Tak Malu Bertani: “Dompet Petani Tidak Pernah Kosong”

PPS Bukit Raya, Suraji.

Kukar – Di tengah era modern yang serba digital, profesi petani masih sering dipandang sebelah mata oleh sebagian besar generasi muda, khususnya kalangan milenial dan Gen Z. Mereka kerap menganggap bertani sebagai pekerjaan yang melelahkan dan tak bergengsi.

Namun pandangan tersebut coba diluruskan oleh Suraji, Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) dari Bukit Raya, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar). Menurutnya, bertani justru merupakan pekerjaan yang menjanjikan, memberikan kemandirian, dan memiliki potensi penghasilan yang besar.

“Pertanian punya lapangan kerja yang jauh lebih luas dibanding kerja di sektor swasta seperti batu bara. Kalau jadi petani, kita tidak diperintah. Kita jadi bos untuk diri sendiri,” ungkap Suraji, pada Selasa (01/07/2025).

Ia menegaskan, pekerjaan sebagai petani tidak hanya memberikan keleluasaan dalam mengatur waktu, tetapi juga ketahanan ekonomi yang stabil.

“Perusahaan bisa saja sewaktu-waktu tutup. Tapi kalau bertani, kita mengatur diri sendiri. Kita hanya perlu rajin, konsisten, kerja keras, dan bertanggung jawab. Insya Allah pasti ada hasilnya,” jelasnya.

Dirinya bahkan membagikan pengalamannya secara langsung. Dari bertani, ia mampu menghidupi keluarga dan menyekolahkan kedua anaknya hingga ke perguruan tinggi. Salah satu anaknya kini bekerja di bidang peternakan provinsi, dan satu lagi di bidang agroteknologi.

“Jangan malu jadi petani. Memang terlihat kotor, tapi uangnya tidak kotor. Dalam 18 hari saya bisa dapat Rp3 sampai 4 juta. Kalau panen lombok, dalam 60 hari bisa dapat Rp180 juta dari 4.000 pohon. Itu saya alami sendiri,” ujarnya dengan semangat.

Lebih jauh, Ia menambahkan, keunggulan menjadi petani adalah adanya penghasilan harian yang bisa terus mengalir dari hasil panen atau penjualan produk pertanian.

“Dompet petani tidak pernah kosong setiap hari. Kalau kerja di perusahaan, sebulan sekali baru gajian,” tegasnya.

Sebagai sesepuh dan penyuluh pertanian, Suraji berharap semakin banyak anak muda yang tertarik dan terjun ke dunia pertanian. Menurutnya, pertanian adalah masa depan yang menjanjikan jika ditekuni dengan sungguh-sungguh.