Keramba Berchip dan Penebaran Benih Ikan Dukung Kelestarian Pesut Mahakam di Kukar

Teks foto : Bupati saat di wawancarai oleh awak media (Fadoli/mediamahakam.com)

Mediamahakam.com KUTAI KARTANEGARA- Upaya pelestarian spesies langka Pesut Mahakam di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten Kukar melakukan berbagai langkah konkret, termasuk penggunaan keramba berchip dan penebaran benih ikan di sekitar Danau Semayang.

Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi-misi “Kukar Idaman Terbaik” yang menekankan pentingnya industri hijau dan pelestarian lingkungan.

“Kita menyambut baik program ini karena sejalan dengan visi industri hijau yang kita canangkan. Pesut Mahakam merupakan salah satu hewan langka yang harus kita jaga kelestariannya,” ujar Aulia usai peluncuran program BPKB Etam, belum lama ini.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kukar telah berkoordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Dinas Perikanan, guna merumuskan langkah-langkah strategis.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan makanan bagi pesut dengan cara menebar benih ikan di sekitar Danau Semayang. Selain itu, keramba milik masyarakat yang berada di danau tersebut kini telah diganti dengan keramba berchip.

“Keramba-keramba yang diberikan oleh PHM dan akan disusul oleh Pemkab Kukar sudah dilengkapi chip. Chip ini berfungsi memberikan sinyal kepada pesut agar menjauh saat mendekat, sebagai penanda adanya bahaya,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hasil rapat koordinasi menunjukkan penyebab utama kematian pesut akhir-akhir ini lebih banyak disebabkan oleh keracunan. Karena itu, masyarakat sekitar, khususnya di Desa Pela, diminta untuk tidak menggunakan racun dalam menangkap ikan.

“Kami mengimbau warga untuk tidak melakukan peracunan ikan. Jika masih ditemukan, kami akan bekerja sama dengan Polres Kukar untuk menindak tegas, termasuk sanksi pidana sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati Aulia.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga populasi Pesut Mahakam yang kini semakin terancam dan menjadikan Kukar sebagai contoh dalam pelestarian satwa langka berbasis kolaborasi dan teknologi ramah lingkungan.(Adv/diskominfokukar/fad)