Alih Fungsi Lahan Kurangi Luas Pertanian di Loa Duri Ulu

PPS Loa Duri Ulu, Rili bersama para petani.

Kukar – Luas lahan pertanian di Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir akibat alih fungsi lahan.

Dari yang sebelumnya mencapai 150 hektare, kini hanya tersisa sekitar 135 hektare lahan aktif yang dikelola petani setempat.

“Kemarin sempat mencapai 150 hektare, tapi sekarang berkurang jadi 135 hektare. Banyak lahan yang alih fungsikan,” ujar Rili, Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Kutai Kartanegara, saat diwawancarai pada Sabtu (07/06/2025).

Meski menghadapi tantangan penurunan luasan lahan, aktivitas pertanian di desa tersebut masih tergolong aktif. Saat ini, terdapat 10 kelompok tani dan 5 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang terus berupaya menjaga produktivitas sektor pertanian.

“Alhamdulillah, kami sudah sering mengajukan proposal bantuan dan banyak yang sudah terealisasi,” ungkap Rili.

Ia menyebut dukungan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar menjadi salah satu penggerak utama keberlanjutan pertanian di Loa Duri Ulu. Bantuan yang telah diterima antara lain berupa pupuk, benih padi, hingga bibit buah-buahan.

“Bantuan sudah ada dari Distanak Kukar, termasuk pupuk, bibit, hingga bibit buah-buahan,” jelasnya.

Rili berharap ke depan lahan pertanian yang tersisa dapat dipertahankan, bahkan dikembangkan kembali, seiring dengan meningkatnya dukungan dan kesadaran masyarakat.

“Kalau petani semangat dan lahannya dijaga, insyaallah hasilnya juga makin baik,” tutupnya.