Teknologi Semakin Canggih, PPL Maluhu Ajak Pemuda Kukar Melek di Sektor Pertanian
PPL Kelurahan Maluhu, Rosita.
Kukar — Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Maluhu, Rosita, menyuarakan harapan besar terhadap kemajuan teknologi pertanian sebagai jalan masuk bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Menurutnya, pertanian masa kini bukan lagi identik dengan pekerjaan berat dan kotor, melainkan telah bertransformasi menjadi bidang yang modern dan menjanjikan.
“Dengan majunya teknologi ini, kita berharap bisa mencetak pemuda-pemuda tani sebagai penerus bapak-bapak petani yang sudah sepuh,” ujar Rosita, pada Rabu (28/05/2025).
Dia mencontohkan, penggunaan drone untuk pemupukan tanaman sebagai bentuk nyata kemajuan teknologi yang mempermudah pekerjaan petani. Dan, inovasi ini sudah diterapkan di beberapa wilayah Kukar, seperti di Bukit Biru, dan terbukti mampu memangkas waktu kerja secara signifikan.
“Kalau pakai drone, pemupukan bisa selesai dalam hitungan menit. Kalau manual, bisa seharian. Dari segi biaya dan tenaga juga jelas lebih efisien,” tambahnya.
Tak ingin ketinggalan, Ia mengungkapkan, bahwa dirinya telah mengusulkan agar ke depannya, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bisa memiliki dan mengelola drone secara mandiri. Namun untuk itu, kata Rosita, peran anak-anak muda sangat dibutuhkan.
“Sekarang itu semuanya sudah serba canggih. Kalau teknologi kita manfaatkan, saya yakin anak-anak muda akan merasa lebih tertarik dan merasa asyik bekerja di sektor ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rosita juga menceritakan bagaimana upayanya untuk mendekatkan diri pada kalangan pemuda, salah satunya melalui pendekatan informal, seperti saat para pemuda Kelurahan Maluhu sedang berkumpul atau nongkrong.
“Kalau saya lewat dan mereka sedang kumpul, saya selalu sempatkan mampir. Saya ingin ambil hati mereka, agar tumbuh minat untuk bertani,” ungkapnya.
Dirinya menyadari, bahwa regenerasi petani menjadi hal mendesak, mengingat mayoritas petani aktif saat ini sudah berusia lanjut dan memiliki keterbatasan tenaga.
“Kalau tidak dari sekarang, siapa lagi yang akan meneruskan? Makanya kita butuh generasi baru, generasi milenial yang melek teknologi,” tuturnya.
Sebelum sesi wawancara berakhir, Rosita menitipkan pesan sederhana, teruntuk para pemuda yang masih ragu melirik sektor pertanian. Menurutnya, bertani di kampung sendiri pun bisa menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan, selama dikelola dengan baik.
“Kalau mereka bisa menghitung hasil panen, entah itu padi atau sayur, dan sadar hasilnya sangat menguntungkan, saya yakin mereka akan tertarik. Tidak perlu kerja ke luar daerah. Di tempat sendiri pun bisa sejahtera,” tandasnya.






