Petani Maluhu Masih Andalkan Tadah Hujan Distanak Kukar Didukung untuk Perbaikan Irigasi
Lahan Pertanian Kelurahan Maluhu.
Kukar – Sistem irigasi menjadi salah satu tantangan utama dalam mendukung produktivitas pertanian di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong. Hingga kini, sebagian besar petani di wilayah tersebut masih mengandalkan tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan air sawah.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Maluhu, Rosita, menyebutkan bahwa ketergantungan pada hujan sangat memengaruhi pola tanam petani.
Ketika musim kemarau tiba, banyak lahan pertanian mengalami kekeringan. Sebaliknya, di musim penghujan, genangan air justru menjadi ancaman.
“Di sini kami sangat tergantung dengan irigasi, tapi masih memakai sistem tadah hujan. Dampaknya, saat kemarau petani kesulitan air, dan saat hujan lebat malah kebanjiran,” ujar Rosita saat ditemui, pada Kamis (22/05/2025).
Menurutnya, keberadaan sistem irigasi yang memadai sangat dibutuhkan untuk menjaga kestabilan produksi pertanian. Saat ini, persoalan pengairan masih menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, yang terus berupaya memberikan solusi jangka panjang.
Rosita menambahkan, bahwa sudah ada upaya pengajuan terkait pembangunan dan perbaikan sistem irigasi ke instansi teknis. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan akses air yang lebih teratur dan terukur, sehingga petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan.
“Kami sudah mengajukan usulan pengairan ke Distanak. Harapannya bisa segera terealisasi karena ini sangat penting bagi kelangsungan usaha tani di Maluhu,” katanya.
Terakhir, Ia juga menegaskan, bahwa keberadaan irigasi yang baik akan menjadi kunci untuk meningkatkan intensitas tanam dan efisiensi pengelolaan lahan. Jika persoalan air dapat diatasi, maka potensi pertanian di Maluhu dinilai sangat menjanjikan.
“Dengan infrastruktur pengairan yang memadai, swasembada pangan di tingkat lokal akan lebih mudah diwujudkan,” tandasnya.






