Distanak Kukar Bantu Mesin Komben untuk Petani Maluhu Meski Lahan Terbatas Jadi Tantangan
Ppl Kelurahan Maluhu, Rosita
Kukar – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung produktivitas pertanian lokal.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan alat mesin panen kombinasi (komben) kepada kelompok tani di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Maluhu, Rosita, menyampaikan bahwa fasilitas komben telah diterima petani setempat dalam dua tahun terakhir. Kehadiran mesin panen ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap percepatan dan efisiensi proses panen di tingkat petani.
“Dua tahun ini kami sudah mendapatkan bantuan komben dari Distanak Kukar. Fungsinya sangat membantu saat musim panen tiba,” ujar Rosita saat diwawancarai pada Kamis (22/05/2025).
Meski demikian, ia mengakui bahwa pemanfaatan alat ini masih menghadapi tantangan di lapangan. Struktur lahan sawah di Maluhu yang cenderung sempit dan berpola petak membuat sebagian petani belum sepenuhnya beralih ke sistem panen mekanis.
Beberapa di antaranya khawatir komben dapat merusak galangan atau parit karena ukuran dan jalur geraknya yang terbatas.
“Lahannya tidak seperti daerah lain yang hamparannya luas. Di sini petak-petak kecil, sehingga komben sulit bermanuver tanpa merusak bagian pinggiran sawah,” jelasnya.
Namun demikian, Rosita menilai bantuan tersebut tetap menjadi langkah maju dalam mendorong modernisasi pertanian di Maluhu.
Ia bersama tim penyuluh lainnya terus memberikan pemahaman kepada petani mengenai manfaat dan cara penggunaan komben agar ke depan bisa dimaksimalkan.
“Bantuan ini sangat berharga, hanya perlu penyesuaian dan edukasi lebih lanjut. Kami terus dampingi agar petani makin terbiasa dan tidak ragu menggunakan teknologi pertanian,” imbuhnya.
Ia pun berharap, upaya Distanak Kukar ini bisa berlanjut dengan inovasi tambahan, seperti pengadaan mesin yang sesuai dengan kondisi lahan sempit. Dengan begitu, seluruh bantuan yang telah disalurkan benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Langkah pemerintah daerah ini sangat membantu. Tinggal bagaimana ke depan disesuaikan lagi dengan karakteristik wilayah agar manfaatnya makin terasa,” tutupnya.






